Kamis, 20 April 2017

Tim "Go International" Membawa Nama Harum FEB ULM Di Universitas Sriwijaya



Penyerahan penghargaan yang diterima oleh Ismayanti (wanita berkerudung) bersama tim nya dalam lomba Paper Writing Competition
       Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya kembali mengadakan berbagai macam lomba lewat Sriwijaya Accounting National Days. Salah satu diantaranya yaitu Paper Writing Competition. Lomba tersebut dilaksanakan dari tanggal delapan hingga sebelas April 2017 di Universitas Sriwijaya, Palembang.
      Tim Go International yang berasal dari FEB ULM berhasil meraih juara 1 dalam ajang tersebut. Tim ini terdiri dari tiga orang yaitu Rysqi Puspita (ujung kiri) dan Ismayanti (wanita berkerudung) dari jurusan IESP, serta Hayati Lubis (wanita di ujung kanan) dari jurusan Manajemen.  Menurut Ismayanti, Ia tidak menyangka bahwa timnya dapat mengalahkan tim-tim lain yang berasal dari Universitas terkemuka di Indonesia.
       Mereka juga tak luput dihadapkan pada berbagai kendala seperti, deadline pengiriman paper, adanya responden yang tidak dapat di wawancarai dan pendanaan yang sempat terhambat. Bahkan ketika mereka sedang melakukan presentasi pun juga mendapati beberapa kendala. Namun hal itu mereka hadapi hingga akhirnya mereka membawa pulang sebuah kebanggan untuk FEB ULM.
      Kemenangan yang berhasil dipetik tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan yang di berikan oleh orang sekitar, Ketua jurusan, Wakil Dekan dan Dekan FEB ULM pun juga turut memberikan dukungan dan perhatian penuh atas apa yang mereka lakukan.
     “Untuk yang berminat mengikuti lomba, jangan memilih lomba yang waktu deadlinenya mepet, karena itu akan membuat hasil kalian kurang maksimal. Lalu perhatikan pembuatan judul jangan sampai melenceng dari tema. Kalau paper kita melenceng dari tema, kemungkinan persentasi sebagus apapun juga tidak bakal berhasil karena biasanya nilai paper lebih tinggi dibandingkan persentasi. Kemudian jangan cuma papernya saja yang bagus persentasinya juga. Kalian bisa membuat semacam skenario dongeng dan berpantun di awal presentasi. Kita juga harus bisa menguasai panggung, dan kalau bisa, kita dapat membagikan selebaran kecil ke peserta mengenai presentasi yang kita tampilkan agar menunjukkan kesan yang mantap”, tutur Isma  (ar/mb)

Tetap Bangga Meski Tak Juara



Mutmainnah (paling ujung kiri kerudung biru) dan timnya saat mengikuti lomba di UII Yogyakarta.

Banjarmasin -  Senin (17/4). Meski tak berhasil menyabet gelar juara dalam beberapa perlombaan, Mutmainah dan tim tetap merasa bangga. Setidaknya, mereka sudah berani mencoba dua lomba tingkat nasional dan telah memperkenalkan nama Universitas Lambung Mangkurat ke luar daerah. Selain itu, mereka juga merupakah satu-satunya perwakilan Kalimantan Selatan yang ikut bersaing dalam lomba tersebut.

            Adapun kedua lomba yang mereka ikuti yaitu, Battle And Lead In Accounting Competition (BALANCE) yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Berlangsung dari tanggal 31 Maret-2 April 2017, dan Sriwijaya Accounting Olympiand yang diadakan Universitas Sriwijaya Palembang. Berlangsung dari tanggal 9-10 April 2017.

            Menurut penuturan Mutmainah, sebelum mengikuti Battle And Lead In Accounting Competition di Yogyakarta, mereka terlebih dahulu mengikuti seleksi yang diikuti sebanyak 106 tim. Disana mereka disodorkan sebanyak 12 soal mengenai akuntansi dan diberi waktu pengerjaan selama satu minggu. Dari seleksi itu diambil sebanyak 15 tim yang akan diadu kembali dan mereka salah satu tim yang lolos. Namun sayang, langkah mereka untuk bisa masuk dalam 5 besar akhirnya terhenti. Sepuluh tim yang tidak berhasil maju tersebut kemudian diadu kembali dengan sistem “Ranking Satu”. Di lomba itu mereka akhirnya berhasil menjadi juara pertama.

            Di lomba Sriwijaya Accounting Olympiand, Mutmainah kembali mencoba peruntungannya. Disini ia berada dalam tim yang berbeda dari sebelumnya. Mereka kembali diberikan soal-soal yang harus dijawab dalam satu hari, tepatnya dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Dari 45 tim yang ikut bertanding, diambil sebanyak 20 tim yang akan maju ke babak selanjutnya. Tapi sayang, mereka belum bisa memberikan hasil yang terbaik.

            “Dari lomba ini (Sriwijaya Accounting Olympiand), kami tidak memperoleh apa-apa. Tapi dari sini kami turut memperkenalkan nama Universitas Lambung Mangkurat,” kata Mutmainah.

            Selama lomba, kendala demi kendala juga harus mereka hadapi. Mulai dari keterbatasan waktu persiapan hingga keterbatasan dana. Akan tetapi untuk masalah dana mereka cukup terbantu setelah proposal yang mereka ajukan ke pihak jurusan diterima. Selain itu, dalam tim mereka sendiri, ketiganya masih menduduki semester empat sedangkan soal-soal yang dilombakan berasal dari semua semester.

            “Sayangnya kami disini baru semester empat sedangkan soal-soal itu sudah mencakup sampai semester enam, sehingga dari pihak jurusan juga menyayangkan hal tersebut. Saat lomba di Sriwijaya itu kami sangat merasakan kesulitan dan kalah telak,” sambungnya.

            Kedepannya, mahasiswa  S-1 akuntansi ini berencana untuk kembali mengikuti lomba-lomba lain yang akan diselenggarakan dalam tahun ini. “Kedepannya masih banyak tawaran lomba. Ada dari universitas Bengkulu dan Universitas Katolik di Palembang. Tapi saat ini masih perlu persiapan,” tuturnya (nf/hd)

Malam Puncak Aruh Sosiologi dan Antropologi, Gait Budi Doremi.


Budi Doremi saat beraksi diatas panggung pada malam puncak Aruh Sosiologi dan Antropolgi, Open Space ULM (17/4)

            Aruh Sosiologi dan Antropologi merupakan acara tahunan yang rutin diadakan sebagai bentuk Dies Natalis Prodi Sosiologi dan Antropologi yang kali ini turut diadakan kembali yaitu aruh yang ke-8. Tak tanggung-tanggung acara Dies Natalis kali ini mendatangkan Penyanyi popular Indonesia, Budi Doremi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang juga mengundang berbagai public figure terkenal seperti Komika Nasional.

            Rangkaian Aruh Sosiologi dan Antropologi  ini telah dimulai dari awal April dengan berbagai lomba, seperti Desain Sasirangan, Fashion Show Sasirangan, Festival Musik Panting, Lomba Akustik, dan Fotografi hingga puncak acara pada minggu (17/4) yang dimeriahkan oleh Budi Doremi.

            Malam puncak  Aruh Sosiologi dan Antropologi (17/4) dimulai pukul delapan malam dengan berbagai rangkaian acara. Dibuka dengan penampilan berbagai band akustik dan musikalisasi puisi hingga puncaknya yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan dari sang idola sendiri, Budi Doremi yang tampil dengan membawakan enam lagu, dan  kemudian ditutup dengan lagu fenomenalnya ‘doremi’. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan acara madihin yang tak kalah seru dan membuat penonton  terhibur hingga lewat tengah malam.

            Lisna Wati selaku Ketua Pelaksana mengaku alasan mereka memilih mengundang Budi Doremi untuk memeriahkan puncak acara adalah sebagai bentuk surprise dari berbagai rangkaian acara yang telah dilaksanakan dan tentunya untuk memberikan nuansa modern yang berbeda dari sebelumnya yang lebih mengarah ke budaya. Tempatnya sendiripun mereka memilih untuk outdoor yaitu bertempat di Open Space ULM, agar lebih bersifat terbuka dan tentunya dengan tiket masuk yang murah agar dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya acara ini dapat mempererat solidaritas antar mahasiswanya sendiri, dengan harapan kami juga ingin mewariskan ilmu-ilmu kami kepada mereka adik-adik yang baru yaitu mengajarkan kepada mereka bagaimana menjaga kebudayan-kebudayaan yang ada karena kita sebagai orang-orang antropologi harus memerhatikan budaya. Untuk pihak eksternalnya sendiri saya berharap dengan adanya aruh sosiologi ini dapat memotivaasi orang-orang diluar sana bahwa kebudayaan itu tidak harus dihilangkan tetapi harus tetap dilestarikan dengan cara kita masing-masing, dan tentunya dengan harapan kami bisa terus menginspirasi prodi-prodi yang lain” ungkap Lisna Wati selaku Ketua Pelaksana. (Mde)

Selasa, 18 April 2017

Titipan Buat Wakil Rakyat

Oleh : Adi dan Arie

Wahai wakil rakyat yang terhormat
Yang katanya bermartabat
Yang katanya berjuang untuk rakyat
Yang katanya berjiwa sosial kuat

Dapatkah kau mendengar suara kami?
Kami yang dulu telah memilihmu
                        Kami yang percayakan negeri ini padamu
                        Kami yang kini sangat berharap padamu

Engkau yang berbicara dengan berbagai kata mutiara
Engkau yang berjanji dengan begitu manisnya
Engkau yang bersumpah mengabdi untuk kami semua
Saat ini, dimanakah itu semua?

                        Jutaan dari kami dibawah garis kemiskinan
                        Tak sedikit dari kami yang pengangguran
                        Tak terhitung dari kami yang kelaparan
                        Masih hidup pun bagai keajaiban

Wahai wakil rakyat yang terhormat
Kami harap janjimu bukan hanya siasat
Sumpahmu bukan hanya tipu muslihat
Yang hilang begitu saja setelah engkau jadi pejabat

Kami percaya kepadamu
Engkau mampu menepati janjimu
Engkau sanggup membuktikan sumpahmu
Hanya jika engkau tak dibutakan oleh nafsu

Ku Ingin Bebas

Oleh : Indah lestari
Dunia ini begitu luas
Aku ingin terbang tinggi
Tapi,
Aku tak mampu
Karena adanya pembatas dunia
Aku ingin mencari kawan
Namun
Aku tak mampu 
Karena adanya sangkar pembatas
Setiap hari ku merenung
Bagaikan orang dalam penjara
Setiap hari ku kesepian
Tanpa keluarga dan kawan
Sungguh malang nasibku

Bayangan Mu



Melihat Bintang – Bintang di luar jendela
Langit malam yang indah bersinar
Aku terus memikirkan indahnya dirimu
Aku terbayang seakan kamu disana

Aku tidak pernah bisa mendengar suara mu lagi
Suara kecil dari nafasmu
Aku selalu mendengar suara lembut dari nafasmu
Angin yang berhembus sangat kencang

Bayangan yang menerawang dari hadapanku
Aku tak bisa memegangmu lagi
Aku tak bisa melihatmu lagi
Aku sangat merindukan kecerian, tangis, tawa,canda dan bahagia

Aku tak bisa melupakanmu
Aku tak tahu bagaimana melupakan mu
Aku hanya disini sendiri tanpamu. (ly)










Comments System

Disqus Shortname