Minggu, 02 April 2017

Seminar Nasional: Peluang dan Tantangan Konversi Bank Daerah menjadi Bank Umum Syariah


BANJARMASIN – Sabtu (1/4), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) bekerjasama dengan IAIN Antasari Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan acara Seminar Nasional yang bertemakan “Konversi Bank Daerah Menjadi Bank Umum Syariah: Peluang dan Tantangan”. Seminar Nasional ini bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Acara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perbankan Daerah di Indonesia khususnya Bank Konvensional bisa dikonversi menjadi Bank umum Syariah yang berbasis Ekonomi Islam. Sekaligus dilantiknya para pengurus dan ketua dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) yang telah disahkan.
Acara Seminar Nasional dibuka dengan Pembacaan Ayat Suci Al-qur’an yang dibawakan oleh Qoriah Internasional, Dina Andriani. Selanjutnya sambutan dari Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi Aseri, M.A. selaku Rektor IAIN Antasari Banjarmasin, dan pembukaan secara resmi yang disampaikan oleh Drs. H.Abdul Hadi M.Si selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
            Selanjutnya Prof. Bambang Bodjonegoro, Ph.D dan Hanif Fauzan sebagai Keynote Speech pada Acara ini menyampaikan tentang gambaran bagaimana Perbankan di Indonesia yang berbasis syariah dapat diperluas dan diperbanyak serta urgensi Bank Syariah dalam pembangunan nasional dengan banyak membangun Investasi besar-besaran terutama di sektor Infrastruktur.
Seminar ini juga diisi oleh beberapa pembicara yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh KH. Dr. Zainal Majdi, MA dan Agus Sudiartono, MM yang menyampaikan tentang proses konversi Bank Nusa Tenggara Barat menjadi Bank umum syariah, serta tantangan dalam menghadapi transformasi Bank daerah menjadi Bank Umum Syariah. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Ari Bastari, SH, MM, AFP, CPHR dan Dr. Ir. Adiwarman Karim, MBA. Untuk sesi kedua ini, pembicara menyampaikan tentang rencana strategis pengembangan unit usaha syariah Bank Pembangunan Daerah dan potensi apa saja yang dapat dioptimalkan di Indonesia.
Para peserta yang hadir pun terlihat antusias dengan diadakannya Acara ini, karena mereka dapat memberikan masukan dan tanggapan terkait Konversi Bank Daerah menjadi Bank Umum Syariah,. Acara ini tentunya tidak hanya penting bagi nasabah di Indonesia, tetapi juga bagi Mahasiswa karena mereka tidak hanya mempelajari teori syariah saja, namun dapat sekaligus mempraktikkannya di dunia kerja nanti.
Fitriani dan Siska Nor Aulia Wati dari IAIN Antasari Jurusan S1 Perbankan Syariah Semester 6 yang juga menjadi salah satu peserta Acara Seminar Nasional ini mengatalan bahwa informasi yang terdapat dalam Acara Seminar sangat bermanfaat, banyak hal yang awalnya mereka tidak ketahui akhirnya menjadi tahu. Seperti misalnya, mereka menjadi lebih mengenal tentang ekonomi islam terutama perbankan syariah dan mengetahui lebih banyak  perbankan syariah yang ada di indonesia.
            Dr. Muhammad Yusuf M.Si menuturkan acara ini didasari karena melihat bahwa kalimantan selatan merupakan kota yang penduduknya mayoritas beragam Islam. Kemudian hal ini juga diperkuat dengan adanya keinginan yang besar untuk menerapkan hukum ekonomi syariah secara menyeluruh.
“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dan kelihatannya kendalanya tidak terlalu besar karena memang mendapat dukungan yang luar biasa. Jadi bukan hanya dukungan dari IAIN, tetapi juga ada dukungan dari  Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam, Masyarakat Ekonomi Syariah, Asosiasi Bank Syariah Indonesia, beberapa perbankan serta para pengusaha juga sangat mendukung penuh acara ini,” tambah Pak Yusuf. (Ls/Ly)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comments System

Disqus Shortname