Rabu, 26 April 2017

Tuhan, Ajarkan Aku



Tuhan…

Ajarkan aku menjadi bunga Matahari,

yang hanya akan menghadap kepadamu,

untuk mendapatkan sebuah keindahan…

Tuhan…

Ajarkan aku menjadi bunga Dandelion,

yang selalu membawa harapan,

bersama hembusan angin menuju kesuksesan…

Tuhan...

Ajarkan aku menjadi bunga Edelweiss,

yang rela memberi pengorbanan,

perjuangan dan kesungguhan untuk menggapai cinta Mu…

Tuhan ...

Ajarkan aku menjadi bunga Sakura,

yang membawa kesetiaan janji bersama hadirnya,

yang tak pernah lupa akan apa yang telah kita sepakati…

Tuhan …

Ajarkan aku menjadi bunga Tulip,

yang mampu menjadi simbol kata yang tak terucapkan,

menjadi lambang akan cinta yang sempurna kepada Mu…

Tuhan …

Ajarkan aku menjadi bunga Anggrek,

yang mampu bersabar menanti keindahan,

bersabar menanti kebahagiaan yang hakiki di surga Mu…

Tuhan …

Ajarkan aku menjadi bunga Mawar,

yang mampu melambangkan cinta ku pada Mu,

dengan warna cintaku sendiri dalam setiap sujud ku…

Tuhan …

Ajarkan aku…


Persiapan Para Mahasiswi ULM Dalam Lomba Gadjah Mada Accounting Days 2017




(20/04/2017) Fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Lambung Mangkurat kembali menyiapkan para mahasiswi yang berprestasi untuk mengikuti rangkaian acara Gadjah Mada Accounting Days 2017 yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada (IMAGAMA) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM. Acara tersebut dilaksanakan untuk memberikan wadah bagi mahasiswa diseluruh indonesia untuk meningkatkan kualitas dirinya dalam ilmu pengetahuan khususnya ilmu akuntansi.

Adapun rangkaian acara yang diselenggarakan oleh IMAGAMA tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari hingga 29 Maret 2017 untuk pendaftaran peserta, 1 April 2017 untuk pengisisan Online Preliminary, 16 April pengumuman TOP 35, 16 sampai 25 April 2017 Registrasi ulang TOP 35, tanggal 17 Mei 2017 untuk Technical Meeting, pada tanggal 18 sampai 19 Mei 2017 mendatang merupakan puncak dari rangkaian acara tersebut, dan terakhir acara ditutup dengan Jogja Amazing Race dan Gathering Night pada tanggal 20 Mei 2017.

Dari acara tersebut Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat telah menyiapkan perwakilan dari jurusan Akuntansi yaitu Patricia Devina, Nurin Aulia, Novianti Amalia sebagai peserta yang telah lolos tahap TOP. Selain Mahasiswi yang diwakilkan untuk mengikuti lomba tersebut ada pula pihak yang ikut terlibat dalam memberikan dukungan, serta penyemangat bagi para peserta lomba, yaitu asisten dosen AKL II dan AKM yang membantu dalam memecahkan permasalahan dalam soal online preliminary yang telah mereka kerjakan, serta mereka juga mendapat dukungan dari Ketua Jurusan Akuntansi.

Untuk mempersiapkan segala keperluan lomba banyak hal yang telah dilakukan sebelum masuk tahap TOP 35 yaitu mereka telah mempersiapkan materi yang terkait dengan lomba tersebut, kemudian mereka juga mengumpulkan buku-buku yang terkait dengan lomba sehingga akan mudah mempelajari dan sesuai dengan yang diujikan dalam proses seleksi kemarin.

Hal-hal yang perlu dipersiapkan tentunya bukan hanya persiapan materi yang diperlukan tetapi juga motivasi pada diri mereka untuk mengikuti lomba tersebut. “Saya secara pribadi termotivasi untuk mengikuti lomba tersebut karena saya ingin mengetahui bagaimana pembelajaran akuntansi di Universitas lain, apakah sama seperti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat atau tidak”, ucap Patricia.

Kemudian Patricia juga menuturkan bahwa sebelum mengikui lomba mereka harus  mempelajari setidaknya 10 materi yang akan menjadi bahan perlombaan. Dimana dari kesepuluh materi tersebut, akan dibagi menjadi 3 dan dipelajari oleh masing-masing peserta. Tak lupa mereka juga mempersiapkan mental agar siap bersaing dengan perwakilan Mahasiswa dari Universitas lain di Indonesia.

Adapun kendala yang mereka hadapi adalah perbedaan buku pegangan antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univeristas Lambung Mangkurat dengan ketentuan lomba sehingga mereka harus mengumpulkan dan mempelajari lagi agar tidak melenceng jauh dari soal yang akan dilombakan.

“Solusi yang tepat untuk kendala yang kami hadapi adalah berbagi tugas sehingga tidak ada yang diberatkan dan saling tumpang tindih materi. Jadi dalam pengumpulan buku kami bertiga berusaha mengumpulkan dan mencari buku-bukunya dengan meminjam di perpustakaan atupun meminjam dengan teman-teman yang lain agar segala persiapan dan bahan untuk materi lomba dapat dipelajari bersama”, tambah Patricia. (rd/ls)












Aldin Ukir Prestasi Lewat Basket

Foto setelah pertandingan,  Aldin mengenakan kaos warna kuning/ yang ditengah

            Kerja keras dan berdoa merupakan suatu hal yang harus dilakukan untuk meraih kesuksesan, tidak terkecuali yang dilakukan Aldin Dwipa Kusuma Mauliansyah atau yang kerap disapa Aldin. Aldin merupakan mahasiswa S1 Manajemen FEB ULM angkatan 2016.

Ia merupakan salah satu dari beberapa mahasiswa FEB, (Muhammad Bagir S1Manajemen, Muhammad Indra D3 Perpajakan, dan Ilham Fajrian D3 Akuntansi) yang lolos seleksi, untuk bergabung dalam tim basket Universitas ULM. Saat diwawancarai tim redaksi LPM Jurnal Kampus minggu lalu (23/04) tentang prosedur seleksi masuk tim basket universitas, Aldin menuturkan bahwa persaingan dan seleksi yang dilalui sangat ketat. Mulai dari tes fisik, cara bermain dan skill pemain.

Sebelumnya, selama kurang lebih dua bulan Aldin dan timnya giat berlatih, untuk mengikuti pagelaran Campus League, yang diselenggarakan oleh LA. Acaranya sendiri  dilaksanakan mulai dari tanggal 16-22 April 2017, yang bertempat di Surya Arena untuk seleksi dan di GOR Hasanuddin Banjarmasin untuk finalnya. Aldin sangat bersyukur karena bisa membawa tim basket ULM sampai ke babak final dan menjadi juara pertama dalam pagelaran  Campus League tersebut, yang dilaksanakan belum lama tadi. Melihat kebelakang, tim basket ULM merupakan tim yang selalu menyabet gelar juara pertama dalam pagelaran Campus League, selama empat kali berturut-turut. (ar/mz)




Timbunan Sampah di FEB Mulai Dibenahi


Kondisi penampungan sampah sementara FEB ULM yang berada disamping musholla


Timbunan sampah memang menyebabkan berbagai permasalahan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tumpukkan sampah memang dapat mengganggu pemandangan serta dapat menimbulkan penyakit. Seperti yang telah kita ketahui tempat penampungan sampah sementara kampus kita yang terdapat di samping gedung baru, yang dulunya menggunung kini sudah mulai mendapat penyelesaian.

Seperti pernyataan Saudara Andi yang merupakan petugas pembuangan sampah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM ketika diwawancarai pada hari Kamis lalu (20/04) mengatakan, “Tempat pembuangannya memang dari dulu disitu, namun sekarang dari fakultas telah disediakan berupa angkutan truk yang akan mengangkut sampah tersebut sebanyak 3 kali dalam seminggu. Namun sampah sampah yang tercecer memang dari dulu, sedangkan sampah dedaunan memang dibiarkan karena akan terurai dengan sendirinya. Memang dulunya sampah ditumpuk begitu saja”

Menurut penuturan salah satu Mahasiswi Manajemen angkatan 2016 Dita Septy Aulia “Sebenarnya tumpukkan sampah itu tidak begitu terlihat karena memang tempatnya di tutup oleh seng, kemungkinan hanya terlihat sekilas dari sela sela pepohonan di sebelah mushola. Namun memang akan terlihat jika kita keluar dari pintu gedung baru yang berdekatan dengan tempat pembuangannya dan dari jendela di GB lantai 3. Seharusnya fakultas lebih memperhatikan fasilitas penambungan sampah, mungkin di perbesar tempatnya, dan melakukan pembersihan sampah yang tercecer. Untuk penyediaan fasilitas tempat sampah di area kampus sudah tercukupi, namun memang kesadaran penggunaannya yang kurang.”

Pernyataan ini juga di benarkan oleh Wakil Dekan Bidang 2 Umum dan Keuangan ibu DR. Hj. Ade Adriani,SE,Msi,Ak,CA. selaku penanggungjawab. Beliau memaparkan “Sebenanya jikalau bertebaran sih tidak, karena sudah setiap dua kali seminggu diangkut oleh  Dinas Kebersihan Kota Banjarmasin. Jadi sampah diseluruh fakultas dikumpulkan kesana, dan kita membayar khusus ke Dinas Kebersihan. Sampah yang masih berserakan tersebut itu sisa-sisa dari pengangkutan. Kalau disamping Gedung Baru, kemarin karena diacak-acak pemulung."

Bu Ade juga menuturkan bahwa hal ini baru dimulai tahun 2017. Diawal tahun, sampah yang menumpuk mulai diangkut secara bertahap sehingga tidak terlalu banyak lagi. Pihak FEB membayar sebesar 400ribu/bulan untuk truk sampah dari Dinas Kebersihan Kota yang akan mengangkut sampah dan membawanya ke TPA. Dulu sampah banyak menumpuk karena tidak diangkut secara rutin dan tidak tersedianya tempat yang memadai. Oleh karena tidak diangkut, maka sampah pun akhirnya membludak.

Ketika diwawancarai perihal kendala, beliau menjawab “Kendalanya selama ini tidak ada, asalkan sampah yang ada rutin diangkut. Dulu yang jadi kendala itu saat sudah terlanjur menumpuk. Kalau perihal dana, hal ini sudah dianggarkan sebagai biaya pemeliharaan untuk membayar pengangkut sampah dari luar. Berkenaan dengan tempat yang dibelakang Gedung Baru, nanti akan diperbaiki.” (ly/wi/P.L)


Kamis, 20 April 2017

Tim "Go International" Membawa Nama Harum FEB ULM Di Universitas Sriwijaya



Penyerahan penghargaan yang diterima oleh Ismayanti (wanita berkerudung) bersama tim nya dalam lomba Paper Writing Competition
       Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya kembali mengadakan berbagai macam lomba lewat Sriwijaya Accounting National Days. Salah satu diantaranya yaitu Paper Writing Competition. Lomba tersebut dilaksanakan dari tanggal delapan hingga sebelas April 2017 di Universitas Sriwijaya, Palembang.
      Tim Go International yang berasal dari FEB ULM berhasil meraih juara 1 dalam ajang tersebut. Tim ini terdiri dari tiga orang yaitu Rysqi Puspita (ujung kiri) dan Ismayanti (wanita berkerudung) dari jurusan IESP, serta Hayati Lubis (wanita di ujung kanan) dari jurusan Manajemen.  Menurut Ismayanti, Ia tidak menyangka bahwa timnya dapat mengalahkan tim-tim lain yang berasal dari Universitas terkemuka di Indonesia.
       Mereka juga tak luput dihadapkan pada berbagai kendala seperti, deadline pengiriman paper, adanya responden yang tidak dapat di wawancarai dan pendanaan yang sempat terhambat. Bahkan ketika mereka sedang melakukan presentasi pun juga mendapati beberapa kendala. Namun hal itu mereka hadapi hingga akhirnya mereka membawa pulang sebuah kebanggan untuk FEB ULM.
      Kemenangan yang berhasil dipetik tersebut tentunya tidak terlepas dari dukungan yang di berikan oleh orang sekitar, Ketua jurusan, Wakil Dekan dan Dekan FEB ULM pun juga turut memberikan dukungan dan perhatian penuh atas apa yang mereka lakukan.
     “Untuk yang berminat mengikuti lomba, jangan memilih lomba yang waktu deadlinenya mepet, karena itu akan membuat hasil kalian kurang maksimal. Lalu perhatikan pembuatan judul jangan sampai melenceng dari tema. Kalau paper kita melenceng dari tema, kemungkinan persentasi sebagus apapun juga tidak bakal berhasil karena biasanya nilai paper lebih tinggi dibandingkan persentasi. Kemudian jangan cuma papernya saja yang bagus persentasinya juga. Kalian bisa membuat semacam skenario dongeng dan berpantun di awal presentasi. Kita juga harus bisa menguasai panggung, dan kalau bisa, kita dapat membagikan selebaran kecil ke peserta mengenai presentasi yang kita tampilkan agar menunjukkan kesan yang mantap”, tutur Isma  (ar/mb)

Tetap Bangga Meski Tak Juara



Mutmainnah (paling ujung kiri kerudung biru) dan timnya saat mengikuti lomba di UII Yogyakarta.

Banjarmasin -  Senin (17/4). Meski tak berhasil menyabet gelar juara dalam beberapa perlombaan, Mutmainah dan tim tetap merasa bangga. Setidaknya, mereka sudah berani mencoba dua lomba tingkat nasional dan telah memperkenalkan nama Universitas Lambung Mangkurat ke luar daerah. Selain itu, mereka juga merupakah satu-satunya perwakilan Kalimantan Selatan yang ikut bersaing dalam lomba tersebut.

            Adapun kedua lomba yang mereka ikuti yaitu, Battle And Lead In Accounting Competition (BALANCE) yang diadakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Berlangsung dari tanggal 31 Maret-2 April 2017, dan Sriwijaya Accounting Olympiand yang diadakan Universitas Sriwijaya Palembang. Berlangsung dari tanggal 9-10 April 2017.

            Menurut penuturan Mutmainah, sebelum mengikuti Battle And Lead In Accounting Competition di Yogyakarta, mereka terlebih dahulu mengikuti seleksi yang diikuti sebanyak 106 tim. Disana mereka disodorkan sebanyak 12 soal mengenai akuntansi dan diberi waktu pengerjaan selama satu minggu. Dari seleksi itu diambil sebanyak 15 tim yang akan diadu kembali dan mereka salah satu tim yang lolos. Namun sayang, langkah mereka untuk bisa masuk dalam 5 besar akhirnya terhenti. Sepuluh tim yang tidak berhasil maju tersebut kemudian diadu kembali dengan sistem “Ranking Satu”. Di lomba itu mereka akhirnya berhasil menjadi juara pertama.

            Di lomba Sriwijaya Accounting Olympiand, Mutmainah kembali mencoba peruntungannya. Disini ia berada dalam tim yang berbeda dari sebelumnya. Mereka kembali diberikan soal-soal yang harus dijawab dalam satu hari, tepatnya dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Dari 45 tim yang ikut bertanding, diambil sebanyak 20 tim yang akan maju ke babak selanjutnya. Tapi sayang, mereka belum bisa memberikan hasil yang terbaik.

            “Dari lomba ini (Sriwijaya Accounting Olympiand), kami tidak memperoleh apa-apa. Tapi dari sini kami turut memperkenalkan nama Universitas Lambung Mangkurat,” kata Mutmainah.

            Selama lomba, kendala demi kendala juga harus mereka hadapi. Mulai dari keterbatasan waktu persiapan hingga keterbatasan dana. Akan tetapi untuk masalah dana mereka cukup terbantu setelah proposal yang mereka ajukan ke pihak jurusan diterima. Selain itu, dalam tim mereka sendiri, ketiganya masih menduduki semester empat sedangkan soal-soal yang dilombakan berasal dari semua semester.

            “Sayangnya kami disini baru semester empat sedangkan soal-soal itu sudah mencakup sampai semester enam, sehingga dari pihak jurusan juga menyayangkan hal tersebut. Saat lomba di Sriwijaya itu kami sangat merasakan kesulitan dan kalah telak,” sambungnya.

            Kedepannya, mahasiswa  S-1 akuntansi ini berencana untuk kembali mengikuti lomba-lomba lain yang akan diselenggarakan dalam tahun ini. “Kedepannya masih banyak tawaran lomba. Ada dari universitas Bengkulu dan Universitas Katolik di Palembang. Tapi saat ini masih perlu persiapan,” tuturnya (nf/hd)

Malam Puncak Aruh Sosiologi dan Antropologi, Gait Budi Doremi.


Budi Doremi saat beraksi diatas panggung pada malam puncak Aruh Sosiologi dan Antropolgi, Open Space ULM (17/4)

            Aruh Sosiologi dan Antropologi merupakan acara tahunan yang rutin diadakan sebagai bentuk Dies Natalis Prodi Sosiologi dan Antropologi yang kali ini turut diadakan kembali yaitu aruh yang ke-8. Tak tanggung-tanggung acara Dies Natalis kali ini mendatangkan Penyanyi popular Indonesia, Budi Doremi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang juga mengundang berbagai public figure terkenal seperti Komika Nasional.

            Rangkaian Aruh Sosiologi dan Antropologi  ini telah dimulai dari awal April dengan berbagai lomba, seperti Desain Sasirangan, Fashion Show Sasirangan, Festival Musik Panting, Lomba Akustik, dan Fotografi hingga puncak acara pada minggu (17/4) yang dimeriahkan oleh Budi Doremi.

            Malam puncak  Aruh Sosiologi dan Antropologi (17/4) dimulai pukul delapan malam dengan berbagai rangkaian acara. Dibuka dengan penampilan berbagai band akustik dan musikalisasi puisi hingga puncaknya yang paling ditunggu-tunggu adalah penampilan dari sang idola sendiri, Budi Doremi yang tampil dengan membawakan enam lagu, dan  kemudian ditutup dengan lagu fenomenalnya ‘doremi’. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan acara madihin yang tak kalah seru dan membuat penonton  terhibur hingga lewat tengah malam.

            Lisna Wati selaku Ketua Pelaksana mengaku alasan mereka memilih mengundang Budi Doremi untuk memeriahkan puncak acara adalah sebagai bentuk surprise dari berbagai rangkaian acara yang telah dilaksanakan dan tentunya untuk memberikan nuansa modern yang berbeda dari sebelumnya yang lebih mengarah ke budaya. Tempatnya sendiripun mereka memilih untuk outdoor yaitu bertempat di Open Space ULM, agar lebih bersifat terbuka dan tentunya dengan tiket masuk yang murah agar dapat dijangkau oleh semua kalangan masyarakat.

“Saya berharap dengan adanya acara ini dapat mempererat solidaritas antar mahasiswanya sendiri, dengan harapan kami juga ingin mewariskan ilmu-ilmu kami kepada mereka adik-adik yang baru yaitu mengajarkan kepada mereka bagaimana menjaga kebudayan-kebudayaan yang ada karena kita sebagai orang-orang antropologi harus memerhatikan budaya. Untuk pihak eksternalnya sendiri saya berharap dengan adanya aruh sosiologi ini dapat memotivaasi orang-orang diluar sana bahwa kebudayaan itu tidak harus dihilangkan tetapi harus tetap dilestarikan dengan cara kita masing-masing, dan tentunya dengan harapan kami bisa terus menginspirasi prodi-prodi yang lain” ungkap Lisna Wati selaku Ketua Pelaksana. (Mde)

Selasa, 18 April 2017

Titipan Buat Wakil Rakyat

Oleh : Adi dan Arie

Wahai wakil rakyat yang terhormat
Yang katanya bermartabat
Yang katanya berjuang untuk rakyat
Yang katanya berjiwa sosial kuat

Dapatkah kau mendengar suara kami?
Kami yang dulu telah memilihmu
                        Kami yang percayakan negeri ini padamu
                        Kami yang kini sangat berharap padamu

Engkau yang berbicara dengan berbagai kata mutiara
Engkau yang berjanji dengan begitu manisnya
Engkau yang bersumpah mengabdi untuk kami semua
Saat ini, dimanakah itu semua?

                        Jutaan dari kami dibawah garis kemiskinan
                        Tak sedikit dari kami yang pengangguran
                        Tak terhitung dari kami yang kelaparan
                        Masih hidup pun bagai keajaiban

Wahai wakil rakyat yang terhormat
Kami harap janjimu bukan hanya siasat
Sumpahmu bukan hanya tipu muslihat
Yang hilang begitu saja setelah engkau jadi pejabat

Kami percaya kepadamu
Engkau mampu menepati janjimu
Engkau sanggup membuktikan sumpahmu
Hanya jika engkau tak dibutakan oleh nafsu

Ku Ingin Bebas

Oleh : Indah lestari
Dunia ini begitu luas
Aku ingin terbang tinggi
Tapi,
Aku tak mampu
Karena adanya pembatas dunia
Aku ingin mencari kawan
Namun
Aku tak mampu 
Karena adanya sangkar pembatas
Setiap hari ku merenung
Bagaikan orang dalam penjara
Setiap hari ku kesepian
Tanpa keluarga dan kawan
Sungguh malang nasibku

Bayangan Mu



Melihat Bintang – Bintang di luar jendela
Langit malam yang indah bersinar
Aku terus memikirkan indahnya dirimu
Aku terbayang seakan kamu disana

Aku tidak pernah bisa mendengar suara mu lagi
Suara kecil dari nafasmu
Aku selalu mendengar suara lembut dari nafasmu
Angin yang berhembus sangat kencang

Bayangan yang menerawang dari hadapanku
Aku tak bisa memegangmu lagi
Aku tak bisa melihatmu lagi
Aku sangat merindukan kecerian, tangis, tawa,canda dan bahagia

Aku tak bisa melupakanmu
Aku tak tahu bagaimana melupakan mu
Aku hanya disini sendiri tanpamu. (ly)










Selasa, 04 April 2017

Kunci Sukses Metha: Awali dengan Niat, Benahi Visi, Buat Strategi

Banjarmasin, Jurnal Kampus- Memaanfaatkan peluang untuk menambah wawasan dan pengetahuan merupakan Skill yang harus dimiliki oleh setiap orang. Hal inilah yang menjadi pemicu seorang Metha Adeyatni (21) - yang akrab disapa Metha - Mahasiswi Jurusan IESP FEB Unlam ini untuk mencoba berbagai hal yang baru termasuk dalam mengikuti lomba kepenulisan. Pada akhirnya Metha berhasil menjadi salah satu dari empat puluh perwakilan yang diseleksi dari seribu tiga puluh mahasiswa penulis essay terbaik yang diadakan Bank Indonesia bertajuk penulisan essay mengenai inovasi kreatif ketahanan pangan indonesia pada tahun 2017. Selain itu Metha juga berhasil mengembangkan usaha HennaArt yang ia promosikan melalui ig methahenna_bjm.

Saat diwawancarai tim redaksi pada hari senin (27/3), Metha mengungkapkan hal yang memicu dirinya sehinnga menjadi seperti sekarang sebenarnya sangat sederhana, memberikan manfaat hidup terhadap sesama. Dengan niat tersebut, semuanya berasa mengalir, memanfaatkan waktu luang kearah positif, sampai menyusun strategi untuk mencapai suatu tujuan yang dia inginkan. Dari kegagalan, dia belajar arti bangkit. Satu kalimat yang memicu semangat dirinya hingga sekarang ini yaitu “Saya pernah kehilangan motivasi, tapi saya tidak pernah kehilangan tujuan. Tujuanlah yang membuat saya termotivasi lagi”. Namun setiap mencoba hal yang baru pasti terdapat tantangan yang harus dilewati, tak terkecuali dengan Metha. "Untuk ketertarikan saya mengikuti lomba sebenarnya sudah lama, karena banyak sekali kegagalan yang memacu saya untuk mencobanya lagi” jelas metha.

Gadis kelahiran Amuntai ini juga menuturkan orang-orang sekitarnya juga menjadi motivasi untuk terus menjadi insan yang berguna. Namun Metha sempat mengalami masa sulit dimana salah satu orang yang selalu memberi dukungan dan motivasi pergi meninggalkannya. "Saya pernah kehilangan motivasi saya, kehilangan seorang motivator terhebat saya serta pondasi semangat hidup saya yaitu mama. Selebihnya dukungan Ayah, serta keluarga besar , serta kerabat teman terdekat saya yang selalu mendukung keberhasilan saya, mereka semua adalah orang yang penting bagi saya, mereka adalah sumber semangat saya. Karena tanpa adanya dukungan atau semangat dari mereka saya bukan siapa-siapa. Selebihnya mereka adalah pondasi saya yang senantiasa memopang keluh kesah dan mendengarkan cerita saya. Mereka merupakan warna indah yang mewarnai putih kusamnya kehidupan saya" terang metha. Cerita metha itu tentu saja dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berkarya melalui tulisan ilmiah.

Metha menuturkan semua orang bisa sukses dan berhak untuk sukses tapi harus ada kerja keras dan doa untuk mewujudkannya. "Kalian pasti bisa !. Belajarlah arti kemanfaatan hidup, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat banyak. Semua berawal dari niat, benahilah visi hidup, carilah peluang dan strategi untuk mencapai tujuan yang kalian ingin tuju. Belajarlah dari suatu kalimat “Vision without execution is a daydream. Execution without vision is a nightmare”.  Mulailah membaur, mencoba berkolaborasi, sehingga suatu masalah cepat terselesaikan" ungkapnya. (fz)

Minggu, 02 April 2017

Seminar Nasional: Peluang dan Tantangan Konversi Bank Daerah menjadi Bank Umum Syariah


BANJARMASIN – Sabtu (1/4), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) bekerjasama dengan IAIN Antasari Banjarmasin dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan acara Seminar Nasional yang bertemakan “Konversi Bank Daerah Menjadi Bank Umum Syariah: Peluang dan Tantangan”. Seminar Nasional ini bertempat di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin.
Acara ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Perbankan Daerah di Indonesia khususnya Bank Konvensional bisa dikonversi menjadi Bank umum Syariah yang berbasis Ekonomi Islam. Sekaligus dilantiknya para pengurus dan ketua dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) yang telah disahkan.
Acara Seminar Nasional dibuka dengan Pembacaan Ayat Suci Al-qur’an yang dibawakan oleh Qoriah Internasional, Dina Andriani. Selanjutnya sambutan dari Prof. Dr. H. Ahmad Fauzi Aseri, M.A. selaku Rektor IAIN Antasari Banjarmasin, dan pembukaan secara resmi yang disampaikan oleh Drs. H.Abdul Hadi M.Si selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.
            Selanjutnya Prof. Bambang Bodjonegoro, Ph.D dan Hanif Fauzan sebagai Keynote Speech pada Acara ini menyampaikan tentang gambaran bagaimana Perbankan di Indonesia yang berbasis syariah dapat diperluas dan diperbanyak serta urgensi Bank Syariah dalam pembangunan nasional dengan banyak membangun Investasi besar-besaran terutama di sektor Infrastruktur.
Seminar ini juga diisi oleh beberapa pembicara yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh KH. Dr. Zainal Majdi, MA dan Agus Sudiartono, MM yang menyampaikan tentang proses konversi Bank Nusa Tenggara Barat menjadi Bank umum syariah, serta tantangan dalam menghadapi transformasi Bank daerah menjadi Bank Umum Syariah. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Ari Bastari, SH, MM, AFP, CPHR dan Dr. Ir. Adiwarman Karim, MBA. Untuk sesi kedua ini, pembicara menyampaikan tentang rencana strategis pengembangan unit usaha syariah Bank Pembangunan Daerah dan potensi apa saja yang dapat dioptimalkan di Indonesia.
Para peserta yang hadir pun terlihat antusias dengan diadakannya Acara ini, karena mereka dapat memberikan masukan dan tanggapan terkait Konversi Bank Daerah menjadi Bank Umum Syariah,. Acara ini tentunya tidak hanya penting bagi nasabah di Indonesia, tetapi juga bagi Mahasiswa karena mereka tidak hanya mempelajari teori syariah saja, namun dapat sekaligus mempraktikkannya di dunia kerja nanti.
Fitriani dan Siska Nor Aulia Wati dari IAIN Antasari Jurusan S1 Perbankan Syariah Semester 6 yang juga menjadi salah satu peserta Acara Seminar Nasional ini mengatalan bahwa informasi yang terdapat dalam Acara Seminar sangat bermanfaat, banyak hal yang awalnya mereka tidak ketahui akhirnya menjadi tahu. Seperti misalnya, mereka menjadi lebih mengenal tentang ekonomi islam terutama perbankan syariah dan mengetahui lebih banyak  perbankan syariah yang ada di indonesia.
            Dr. Muhammad Yusuf M.Si menuturkan acara ini didasari karena melihat bahwa kalimantan selatan merupakan kota yang penduduknya mayoritas beragam Islam. Kemudian hal ini juga diperkuat dengan adanya keinginan yang besar untuk menerapkan hukum ekonomi syariah secara menyeluruh.
“Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dan kelihatannya kendalanya tidak terlalu besar karena memang mendapat dukungan yang luar biasa. Jadi bukan hanya dukungan dari IAIN, tetapi juga ada dukungan dari  Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam, Masyarakat Ekonomi Syariah, Asosiasi Bank Syariah Indonesia, beberapa perbankan serta para pengusaha juga sangat mendukung penuh acara ini,” tambah Pak Yusuf. (Ls/Ly)

Comments System

Disqus Shortname