Kamis, 20 Agustus 2015

Coming Soon!!! Kemah Kerja Mahasiswa 2015!!!

Setelah P2B mahasiswa baru FEB UNLAM akan kembali dibekali agar lebih siap lebih siap didunia perkuliahan melalui K2M.

K2M merupakan singkatan dari Kemah Kerja Mahasiswa 2015 yaitu ajang silaturahmi antar mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat juga enjadi ajang untuk bersama-sma meningkatkan kualitas mahasiswa sebagai insan akademis, bermasyarakat, serta agamis.

K2M memiliki tujuan untuk menjadikan mahasiswa memiliki moral serta etika yang berbudi luhur serta memiliki jiwa sosial antar manusia.

K2M yang akan diadakan pada tanggal 11-13 September 2015 Di Agrowisata Tambang Ulang, Tanah Laut

Dont miss it!!! HELL-YEAH!!!

Selasa, 12 Mei 2015

Universitas Lakas Maju




Penulis                      : Dr. Budi Suryadi, M.Si
Penerbit                    : Lentera Kreasindo
Jumlah halaman      : 133
Tahun terbit              : 2015

Buku ini secara garis besar memaparkan tentang wacana-wacana dan harapan tentang Universitas Lambung Mangkurat agar menjadi universitas yang “Lakas Maju”. Buku ini dibuka dengan penyampaian wacana penggantian singkatan Unlam menjadi ULM.Dibuku ini juga disampaikan kenapa wacana untuk mengganti singkatan Unlam tersebut dapat mencul, alasannya yaituberdasarkan perkembangan diluar sana singkatan Unlam dilabeli macam-macam sebutan seperti Universitas labat maju atau bahkan bagi mereka yang belum pernah mendengar nama Unlam, mengartikan kepanjang Unlam tersebut adalah Universitas Lampung.

Hal menarik dibuku ini selain memaparkan beberapa wacana, penulis yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut juga menyampaikan kritiknya terhadap Universitas tertua di Kalimantan ini. Misalnya pada bab yang diberinya judul “Mencari Burung Enggang”, pada bab tersebut penulis menyampaikan bahwa burung enggang yang merupakan simbol Unlam tapi justru tidak terasa eksistensinya di Universitas yang menjadikannya simbol tersendiri.

Menurut penulis, filosofi dari burung enggang tersebut yaitu orang-orang Unlam harus mempunyai cita-cita setinggi langit karena burung enggang ini hanya hinggap di pohonpohon tinggi.

“Ada dua kelembagaan yang keberadaannya menjadi sangat penting hanya di setiap lima tahun sekali, tetapi setelah lima tahun itu keberadaan lembaga itu menjadi tidak terlalu penting lagi, yaitu senat”. Kalimat tersebut menjadi pokok pikiran yang di sampaikan penulis tentang kritiknya mengenai ketidak populeran baik itu senat Universitas maupun senat Fakultas.

Pada dasarnya, buku ini lahir karena banyaknya wacana yang berkembang tapi justru wacana tersebut hanya berkembang pada diskusi-diskusi kecil serta beberapa kritik penulis yang pada akhirnya menginginkan Unlam menjadi “Universitas Lakas Maju”. Maju tidak hanya pada sebutan tapi juga sistem,SDA yang di dalamnya serta perlunya pebaharuan dilingkungan kampus. (Putri)

Reincartnation Sarana untuk Memperkenalkan Komunitas Wiramartas


BANJARMASIN - Sabtu, 25 April 2015 Komunitas Wiramartas Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam mengadakan acara Reincartnation. Reincartnation merupakan program kerja baru dari komunitas Wiramartas, khususnya bidang musik seperti parade band.

Menurut Raka Pradipta Permadi selaku ketua pelaksana Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan pada tahun ini dan akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya Kegiatan Reincartnation ini diadakan dengan tujuan mengenalkan komunitas Wiramartas khusunya di lingkungan unlam, bahkan hingga kampus – kampus lain di Kalimantan Selatan.

“Dengan adanya kegiatan Reincartnation ini diharapkan bisa memperkenalkan komunitas Wiramartas itu sebagai UKM musik yang tidak hanya bergerak di bidang musik tapi juga di bidang seni” Ujar Raka saat ditemui di Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Raka ini menjelaskan “Peserta kegiatan Reincartnation itu sendiri umum, yang jelas tidak hanya dari kampus sendiri, peserta bandnya juga ada dari misalkan Fakultas Hukum, ada dari Poliban, bahkan dari Banjarbaru juga ada, serta peserta dari Banjarmasin sendiri. Anak – anak SMA juga bisa ikut” jelasnya.

“Kegiatan Reincartnation sendiri bertempat di halaman RRI dan berlangsung selama satu hari dari tanggal 25 April 2015, hari Sabtu pagi sampai tengah malam,” tambahnya.

         Raka sendiri berharap dengan diadakannya kegiatan Reincartnation bisa menyatukan kekeluargaan, khususnya diantara mahasiswa, tidak hanya di Unlam tapi juga seluruh kampus di Banjarmasin. “Dengan adanya kegiatan Reincartantion ini kita bisa menuangkan kreatifitas kita sebagai mahasiswa, tidak hanya di akademik namun kita bisa menuangkan kreatifitas kita melalui musik,” harapnya. (Audina/Novi)

Inginmu Kartini

Kartini, namamu begitu harum kepelosok negeri
Sosok mu menjadi cerminan wanita cerdas yang dibelenggu zaman
Zaman yang telah memasungkan keinginan dan harapanmu
Tapi zaman tak dapat memasung pikiran dan gagasanmu
Zaman memang terlalu kejam untukmu
Sejarah telah menulis namamu dengan sinar untuk selama
Kini kaummu telah mencapai puncak dunia
Puncak kegemilangan yang terlalu menyilaukan bahkan untuk mereka sendiri
Mungkin bukan kegemilangan yang seperti kau harapakan yang kau harapkan
Ialah kegemilangan yang dapat menjadi sinar tuk sekelilingnya
Bukan kegemilangan yang memakan diri

(Putri Mawarti)

Kuliah Informal Ekonomi Islam



BANJARMASIN - FSQ (Forum Studi Qur'an) Ulul Albab Salah satu UKM di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung mangkurat, mempunyai sebuah kegiatan rutin berupa Kuliah Informal Ekonomi Islam atau yang bisa disingkat dengan KIEI. Kuliah informal ini merupakan bagian dari program kerja KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam).

Adapun isi perkuliahannya tentu berbeda dengan perkuliahan formal pada umumnya, di KIEI ini mahasiswa dan dosennya lebih banyak berdiskusi dan studi kasus, seperti yang dijelaskan oleh Fhara Dita Resty Ani selaku koordinator KSEI akhwat.

Lebih lanjut ia menjelaskan “di KIEI disampaikan tentang apa itu ekonomi Islam, dan apa saja yang sebenarnya bisa diterapkan dalam ekonomi Islam” jelasnya.

KIEI ini terbagi menjadi 2 macam “Kuliah ini sebenarnya ada 2, ada kuliah dasar dan kuliah lanjutan . Kuliah dasar membicarakan materi tentang ekonomi Islam yang mendasar, seperti pilar-pilar ekonomi islam, pengelolaan kepemilikan, dan ada juga distribusi kekayaan. Kalau kuliah lanjutan, materi-materi yang berhubungan dengan kemasyarakatan, seperti bagaimana jual beli sesuai syariat, bagaimana kerjasama bisnis secara Islam” terangnya.

Hal yang mendasari dilaksanakannya KIEI itu sendiri sesuai dengan landasan yang dipegang oleh satu-satunya UKM di FEB Unlam yang bernafaskan Islam ini yaitu dakwah ”sebenarnya KSEI dibentuk dari anggota-anggota FSQ yang ingin memperjuangkan, dan juga ingin menyampaikan Ekonomi Islam di FEB Unlam, oleh karena ketika kita ingin menyampaikan ataupun memperjuangkan ekonomi Islam kita harus tau ilmunya, sebab itulah dibentuk KIEI dengan tujuan, dari KIEI tersebut bisa mendapatkan ilmu untuk disampaikan dan untuk menambah shaqofah ilmu ekonomi Islam juga.” ujar mahasiswi yang sedang menempuh semester 6 jurusan Akuntansi tersebut.

KIEI ini sendiri dilaksankan setiap hari Selasa, pukul 16.00-18.00, di FEB Unlam dengan pengajarnya Bapak Rahman Fauzan, yang merupakan pimpinan klinik bisnis syari'ah di Banjarmasin. Peserta KIEI sendiri ada 2, yaitu peserta dari internal FEB Unlam dan eksternal FEB Unlam seperti UNISKA dan POLIBAN.

Menurut Fhara Perbandingan antara peserta internal dan eksternal antara 40% : 60% dengan lebih banyak peserta dari esternal. Untuk bisa mengikuti KIEI ini sebenarnya sangat mudah, hanya dengan mengisi formulir pendaftaran dan membayar uang pendaftaran yang relatif terjangkau, serta aktif mengikuti perkuliahan. Mahasiswa dan mahasiswi FEB Unlam sendiri bisa memanfaatkan perkuliahan ini untuk mendapat pengetahuan baru yang sangat bermanfaat.

          Fhara yang mewakili FSQ Ulul Albab dan KSEI pada khususnya menyampaikan harapan dengan hadirnya kuliah informal ekonomi Islam ini, peserta bisa lebih paham lagi tentang ekonomi Islam, mendapatkan ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga nantinya diharapkan bisamenyampaikan kepada teman-teman yang lain yang belum ikut KIEI. (Nur Sa'adah/Aina)

Akankah Pemilu Raya Mempunyai Dampak?

 
BANJARMASIN - Rangkaian acara Demokrasi Raya Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat 2015 baru saja berakhir Ketua- ketua umum masing-masing institusi berhasil dipilih dari hasil acara Pemilu Raya Mahasiswa. Namun disisi lain, dari hasil perhitungan suara kemudian diketahui bahwa dari 1.934 orang mahasiswa terdaftar aktif, hanya 857 orang atau sebanyak hampir 45% dari total tersebut yang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Raya Mahasiswa tersebut. Hal ini menimbulkan pertanyaan bahkan keraguan mengenai kualitas dari hasil pemilihan dan seberapa besar peran dari Pemilu Raya Mahasiswa itu sendiri.

Rendahnya tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemilu Raya Mahasiswa ini dinilai terjadi karena kurangnya pemahaman dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya arti dari acara ini sendiri.

Kepedulian mahasiswa terhadapap acara ini mulai menurun diduga disebabkan oleh menurunnya kepercayaan bahwa Pemilu Raya Mahasiswa dapat memberikan dampak bagi mahasiswa. Ini dikarenakan penilaian umum mengenai program-program kerja dari intitusiinstitusi yang selama ini cenderung terasa lebih dominan terselenggara dilingkungan luar kampus.

Seperti yang diungkapkan salah seorang mahasiswa dari program studi IESP, Raka Pridipta Permadi, “Mungkin kurangnya partisipasi mahasiswa (terutama non-organisatoris) dalam pemilu ini dikarenakan kurangnya informasi yang diketahui mengenai pentingnya organisasi dan program-program kerjanya untuk kepentingan bersama. Tapi memang diakui belum ada penghubung yang cukup kuat antara mahasiswa secara umum dengan program-program kerja yang dapat banyak berdampak langsung terhadap mereka” ujarnya.

Ketua Umum BEM terpilih 2015, Miftah Haris Padillah (S1 Akuntansi/2011) menjelaskan bahwa peran dari Pemilu Raya Mahasiswa sendiri sebagai sarana penyalur aspirasi mahasiswa yang dapat diwakilkan pada ketua-ketua umum terpilih dengan visi-misinya melalui suara voting yang diberikan, sehingga sebagai salah satu perwujudan demokratisasi di lingkungan kampus.

Ketua umum HMA terpilih Abu ahmad alhamdu mengatakan bahwa voting dari
mahasiswa sangat berpengaruh besar khusunya untuk lingkungan Fakultas, dan sikap acuh terhadap sistem demokrasi harusnya dirubah. Lebih jauh pria yang akrab di sapa Abu ini menjelaskan HMA akan melakukan survey demi mengetahui apa yg diinginkan mahasiswa dari HMA itu sendiri lalu diterapkan ke proker. “Dan tidak takut merubah budaya kearah yang lebih baik” jelasnya.

Menanggapi kurangnya partisipasi mahasiswa dalam pemilu raya lalu wakil dekan 3 bapak Dr. Syaiful Hifni. Drs.Ec.Msi, AK,CA. Mengatakan Usaha dari pelaksana sudah cukup baik, intens, serta terkoordinir. Menurut beliau Keseluruhan mahasiswa memiliki presepsi yag tidak sama tentang motif minat serta peran atas kegiatan pemilu raya tersebut. 

“Sebuah kesadaran harusnya berasal dari kesadaran mahasiswa itu sendiri, Ini sepertinya belum tergali” Ungkapnya.

Wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan tersebut menyampaikan harapannya agar setiap program kerja yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan mencapai output saja tetapi dampak dari kegiatan tersebutlah yang lebih penting.

        “Setiap program yang dilakukan bukan mencapai output, tapi impact dan proses untuk mencapai itu, itu penting. Pada saat proses, peristiwa apa yg kita alami. Kegiatan mahasiswa itu, Menghadirkan suatu pelaksaan yang mempunyai dampak apa” Harap beliau. (Ismy/Annisa)

Comments System

Disqus Shortname