Kamis, 01 Mei 2014

INDIGO



Namaku Violet. Armelita Violet. Aku gadis remaja biasa yang menjalani kehidupannya biasa saja. Aku sekolah, berteman, hang out. Hingga aku bertemu gadis kecil itu, semuanya berubah.

Hari itu ketika pulang sekolah, aku, Mitha, Deden, dan Rila seperti biasa telah menguasai halte bis depan sekolah dengan segala kehisterisan kami. Entah itu celoteh tentang pelajaran, komentar tentang guru, tingkah teman sekolah kami hari itu, sampai komentar tentang paman bakso yang jualan di kantin.

Beberapa hari sebelumnya aku telah merasa tidak enak badan. Kadang aku merasa kedinginan padahal cuaca sangat panas. Begitu juga saat itu, aku berkeringat dingin. Mitha yang saat itu mengeluh tentang cuaca panas hari itu sampai menatapku dengan aneh ketika memegang tanganku yang dingin seperti balok es.

Ku anggap wajar karena sebelumnya aku memang sakit dan sempat absen tiga hari dari sekolah.

Kartini yang Menentang Angin



Perjuangan kartini masa lalu adalah perjuangan mendapat kesetaraan dengan kaum pria, mendapatkan pendidikan dan haknya sebagai manusia serta tidak hanya sebatas manut, taat dan sendika dhawuh pada tradisi dan pandangan sosial yang menghalangi langkah mereka.

Kartini yang membuat perempuan menjadi utuh sebagai manusia yang berharkat dan bermartabat. Di era modernisasi ini perjuangan kartini masa kini bukan lagi berjuang untuk mendapatkan kesetaraan dan seolah-olah merayakan emansipasi. Tapi perjuangan kartini masa kini adalah menyadarkan kaumnya tentang apa yang menjadikan dirinya lebih dihargai dalam konteks yang lebih luas yaitu bagaimana menjalankan kodratmu dengan prinsip-prinsip yang dewasa. “Perempuan boleh saja menentang angin, tapi tantang angin dengan kelembutan dan keanggunan”.

FINALIS 7 BESAR DUTA MAHSISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNLAM



BANJARMASIN - Sri Mahfuzah atau yang lebih sering dikenal dengan nama Fuzah adalah salah satu Mahasiswa Berprestasi (Mapres) yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNLAM. Saat ini kuliah di jurusan Akuntansi Semester 4.

Mahasiswa yang memiliki hobby membaca dan menonton ini memiliki beberapa prestasi yang membanggakan. Diantaranya wakil V Galuh Banjar Wilayah Banjarmasin dan Finalis 7 Besar Duta Mahasiswa se Kal-Sel. 

UNLAM BERBENAH DEMI AKREDITASI



BANJARMASIN—Kedatangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ke UNLAM beberapa waktu lalu tentu saja memberikan angin segar bagi sebagian besar mahasiswa. Bagaimana tidak, saat ini UNLAM masih mengantongi nilai C dengan kedatangan tim BAN-PT tentu saja akan memberikan dampak positif bagi universitas tertua di Kalimantan ini.

Seperti yang diungkapkan Bapak Drs. Ec. Atma Hayat, M.si, Ak saat ditemui di ruang kerjanya.
“Akreditasi itu memang sangat penting apalagi bagi lulusan-lulusan kita. Karena jika nanti lulusan kita bersaing di pasar kerja yang dilihat : pertama lulusan dari universitas mana dan bagaimana akreditasinya.” Masih menurut beliau untuk akreditasi prodi di FEB sendiri kalau tidak keliru awal 2016 nanti sudah harus akreditasi baru lagi. Maka dari itu mulai dari tahun ini pihak fakultas sudah mulai mempersiapkan borang dan segala macam yang diperlukan agar paling tidak awal 2015 nanti sudah dapat dikirim dan semoga diakhir 2015 kita sudah mendapat kunjungan dari BAN-PT.

AKSI PEMBEBASAN SAMPAH DI GUNUNG KAHUNG



KABUPATEN BANJAR—  Peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April selalu diperingati oleh seluruh penghuni bumi. Banyak makna yang terkandung dari pencetusan peringatan Hari Bumi. Kita ambil contoh yang kecil saja seperti membuang sampah sembarangan terutama di areal hutan. Hal ini merupakan hal kecil yang selalu terlupakan dan hal ini juga merupakan penyebab terbesar kerusakan lingkungan.

 Dalam rangka memperingati Hari Bumi yang bertepatan pada tanggal 22 April. Selaku mahasiswa pencinta alam “Wira Economica” Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin mengadakan Pembebasan Sampah Kawasan Shelter Kembar Gunung Kahung.
Gunung Kahung merupakan rute perjalanan yang sering diambil para Pecinta Alam di Kal – Sel. Rute yang sangat mudah dijangkau. Cukup dengan menuju Riam Kanan kemudian menempuh perjalanan sekitar 2 jam untuk sampai menuju Desa Belangian. Desa Belangian merupakan salah satu desa di kecamatan Aranio Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan Indonesia. Untuk menuju ke Shelter Kembar Gunung Kahung kita harus menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Desa Belangian tersebut.

“FASHION SHOW” DI FEB UNLAM



BANJARMASIN—Pakaian yang merupakan salah satu kebutuhan dan juga bentuk dari kesopanan harusnya dapat dikenakan dengan baik agar tidak melanggar etika. 

Seperti halnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam (FEB UNLAM) Banyak mahasiswa yang mementingkan gaya berpakaian yang keren secara berlebihan tanpa menghiraukan etika dalam berpakain. Membentuk image FEB UNLAM sebagai kampus artis.

"Menurut saya tidak pantas seorang mahasiswa memakai pakaian hanya sesuai tren, Tidak memandang lagi tempatnya adalah kampus," kata Khairunnisa.
Lain halnya dengan Winda dan Regina, “Kampus FEB Unlam ini the best dalam hal penampilan, semuanya trendy, modis dan keren” ujarnya.


Comments System

Disqus Shortname