Jumat, 14 Maret 2014

"Malang…"

sumber foto: http://halomalang.com/


     Pengumuman itu baru saja berlangsung, seketika membuat denting waktu sejenak berhenti dibenak ku. Kaki ku terasa berat dan mulutku seakan terkunci rapat. Masih sangat ku ingat kalimat beberapa menit barusan yakni saat Kepala Sekolah mengumumkan kelulusan Sekolah dan begitu sulit untuk aku percaya, Shila Anggara Handoko terdengar dengan jelas di telinga kami semua sebagai peraih nilai kelulusan tertinggi di daerah kami tinggal. Sekejap atmosfir Gedung berubah menjadi lebih panas dari beberapa menit yang lalu. Orang-orang begitu riuh dan ramai ke sana kemari saling mengucapkan kata selamat, tapi hanya aku yang diam membeku masih tak percaya tentang garis takdir yang aku punyai saat ini. Ya Shila Anggara Handoko adalah nama ku. Sebut saja dengan Shila lebih akrabnya.

     Di pojok ruangan terlihat seorang siswa yang sedang duduk bersama teman-teman yang lainnya. Mereka egitu terlihat bahagia, bercanda berfoto untuk sekedar  formalitas sebelum perpisahan ini benar terjadi. Tapi ada pemandangan berbeda ku dapati dari salah seorang dari mereka yang berkumpul disana. Senyum itu bukan yang aku kenal sejak tiga tahun yang lalu. Disinilah kisah ini berawal dan berakhir.

Minggu, 09 Maret 2014

MENYAYANGI BINATANG

sumber foto: http://www.sditalfurqon-palangkaraya.sch.id/


Cerita mengenai kemuliaan Rasulullah sudah sering kali kita dengar. Beliau memberikan contoh terbaik tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, menjadi orang tua yang baik, suami ideal, dan masih banyak lagi.

Akhlaq nya yang begitu mulia dan sempurna tanpa cela tidak hanya diterapkan pada sesama manusia, namun juga pada binatang. Sungguh sempurnanya agama Islam yang memberikan tuntunan hidup yang super lengkap bahkan adab kepada binatang.

Subsidi harus dihapus?

sumber foto: http://rri.co.id/


Subsidi dihapus? Lalu apa yang salah? Bukankah memberikan subsidi merupakan kewajiban negara untuk memenuhi hajat hidup orang banyak? Bukankah rakyat cukup terbantu dengan adanya subsidi, malah mungkin sudah termanjakan dengan subsidi?.Sebenarnya tidak terlalu menjadi persoalan jika subsidi itu lebih banyak diarahkan untuk membantu sektor-sektor yang produktif, seperti subsidi pertanian, perikanan, kesehatan,  pendidikan , pelabuhan, kereta api dll.

Namun, angka bicara lain. Jika kita tengok APBN 2014, dari alokasi belanja subsidi yang mencapai Rp333,7 triliun, sebagian besar diberikan untuk sektor energi, yakni Rp282,1 triliun. Adapun subsidi nonenergi cuma Rp51,6 triliun,itulah sejatinya belenggu sekaligus racun subsidi. Ia bisa menjadi obat, tapi pada saat yang lain ia juga bisa meracuni dan merusak sendi-sendi perekonomian negara. Semakin besar dosis anggaran subsidi yang dikucurkan, semakin sulit pula perekonomian Indonesia berdaulat.

"Cinta Dalam Sepotong Donat"


sumber foto: http://donatcinta.wordpress.com/


Koraan...koran..koran datang...selamat pagi dunia. Namaku Prima . P-r-i-m-a . lelaki berumur 18 tahun . yang sehari-hari mengantarkan cakrawala dunia ke tangan kalian semua.

Pagi ini seperti biasa aku berkeliling, mengantarkan koran ke rumah rumah yang sudah berlangganan , permisi jawabku koran datang...tak ada jawaban.

Permisi, korannn datang.... dengan suara yang lebih lantang

Tak ada sahutan, mungkin tak ada orang . akhirnya aku memutuskan ...

Tunggu.. balkon atas kulihat pintu terbuka, akhirnya aku lemparlah keatas.

Aduhhhh, siapa disana awas ya, seorang wanita yang tengah belepotan coklat di wajahnya melotot kepadaku.

Comments System

Disqus Shortname