Rabu, 19 Februari 2014

Mahasiswa Diploma Tiga Siap Bersaing secara Profesional



 Dalam rangka pergantian kepengurusan. Himpunan Mahasiswa Diploma tiga Fakultas Ekonomi Unlam (HIMADE FE UNLAM) menyelenggarakan musyawarah besar HIMADE FE UNLAM. kegiatan ini berlangsung di ruang 13 pada hari senin,  (17/2) yang bertema “Menyelenggarakan pemikiran bersama demi terwujudnya solidaritas berorganisasi”.

Selain itu, musyawarah besar Himade FE Unlam ini juga membahas tentang AD, ART serta rekomendasi yang diperbaharui setiap tahunnya. Kegiatan yang dibuka oleh Ibu Muslimah,SE selaku Kepala Bagian Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi Unlam. Dalam sambutannya menjelaskan bahwa musyawarah besar adalah mengambil suatu keputusan dan membahas semua aspek yang perlu dibahas, “Dalam musyawarah besar yang akan membahas program kerjanya yang harus realistis nantinya”, katanya.

Minggu, 16 Februari 2014

[POLITIK] SATU KESEMPATAN UNTUK BERUBAH

Foto diambil dari : ib.ayobai.org

Pembahasan politik sebenarnya bukan keahlian saya dan bukan topik favorit. Tetapi saya tergerak untuk membuat posting ini sekedar untuk menggunakan kebebasan berpendapat. 

Pada sebuah media online di Indonesia saya membaca, hingga bulan September 2013 utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 2.273,76 trilliun.  Naik Rp 95,81 trilliun dari bulan Agustus 2013. Kalau saya tulis dengan benar maka angka nolnya sangat banyak sampai Anda akan bingung untuk membacanya. Sejak dulu saya tahu Indonesia memiliki utang luar negeri yang besar tapi saya tidak tahu jumlah pastinya sampai beberapa waktu lalu. Orang tua saya hanya pernah bilang bahwa setiap bayi yang lahir akan menanggung hutang negara sejumlah rupiah. Anggaplah penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa. Dengan hutang sejumlah Rp 2.273,76 trilliun maka setiap orang menanggung hutang Rp 9 juta rupiah. 

Dan perlu Anda ketahui, utang jangka panjang memiliki bunga. Logikanya tidak ada kreditur yang mau memberi utang tanpa timbal balik berupa bunga. Bayangkan berapa bunga dari utang berjumlah ribuan trilliun rupiah itu. Lalu ingatlah nilai rupiah yang terpuruk membuat nilai utang negara semakin meningkat. 

Comments System

Disqus Shortname