Sabtu, 22 Maret 2014

Sampah Tanggung Jawab Siapa?

Keadaan sampah yang ada di belakang gedung baru
Sumber foto: Arsip Jurnal Kampus


Sampah jelas merupakan masalah semua orang. Seperti halnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unlam permasalahan sampah masih memerlukan penanganan khusus agar terwujudnya lingkungan kuliah yang nyaman dan sehat. Hal ini bukan mustahil diwujudkan jika terjalinnya kerjasama yang baik antara pihak fakultas, mahasiswa, dan petugas kebersihan yang bekerja secara maksimal.
Dari beberapa mahasiswa diwawancarai kru Jurnal Kampus sebagian besar mengeluhkan keberadaan sampah yang ada di belakang Gedung Magister Ekonomi atau sering disebung gedung baru. Walaupun tertutupi pagar pembatas, namun sampah di tempat tersebut seperti dibiarkan tertimbun dan tidak ada tindak lanjutnya. Jika mahasiswa kuliah di Gedung Magister Ekonomi maka pemandangan itu terlihat jelas dari kaca. Belum lagi letaknya yang berdekatan dengan musholla kampus.
Seperti yang dikatakan oleh Umi Nafisah mahasiswa Jurusan Akuntansi, “Sampah di kampus masih berserakan misalnya seperti taman yang kurang ditata. Hendaknya petugas kebersihan lebih memperhatikan sampah-sampah yang ada di sekitar kampus terutama yang ada di belakang Gedung Magister Ekonomi.”
Sebagian besar mahasiswa memang mengeluhkan sampah yang ada di belakang Gedung Magister Ekonomi dan sekitarnya namun menurut Pak Sabri, salah satu petugas kebersihan di FEB UNLAM berujar, “Walaupun mahasiswa telah dilarang untuk makan dan minum di dalam kelas tapi mahasiswa tetap saja banyak yang makan dan minum didalam kelas.”
Kurangnya kesadaran pribadi mahasiswa terhadap masalah sampah ini terlihat ketika sampah plastik makan atau minum di dalam kelas tidak dibuang pada tempatnya. Walaupun memang telah ada petugas kebersihan, tidak seharusnya mahasiswa bergantung pada petugas. Mungkin wajar ketika melihat anak kecil membuang sampah sembarangan karena mereka belum mengerti, tetapi kebiasaan buruk seperti itu tidak seharusnya dimiliki mahasiswa. Yang notabene jelas mengerti bagaimana akibat membuang sampah sembarangan.
Di sisi  lain mungkin mahasiswa tidak hanya memerlukan himbauan saja tapi perlu diajak bekerja sama dalam aksi yang nyata. Namun sampai saat ini memang belum ada kegiatan yang mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan baik itu dari himpunan mahasiswa jurusan ataupun BEM selaku badan eksekutif yang menjadi tempat gerakan mahasiswa.
“Sampai saat ini dari BEM memang belum ada program kerja dalam hal penanganan sampah,” kata Nugraha salah satu pengurus BEM.
Bapak Drs. Ec. Akhmad Sayudi, M. Si, Ak, CA yang sekarang menjabat sebagai Pembantu Dekan II (PD II) FEB UNLAM juga membenarkan sikap acuh tak acuh dari mahasiswa yang membuang sampah sembarangan padahal tempat sampah disediakan di setiap sudut kampus. Sedangkan mengenai sampah di belakang Gedung Magister Ekonomi ternyata memang ada alasan lain.
“Dari pihak kampus sudah merencanakan untuk menyediakan lokasi untuk pembuangan sementara dan selanjutnya dibawa ketempat pembuangan akhir. Tapi saat ini kita masih terkendala masalah sarana prasarana seperti petugas dan kendaraan untuk mengangkutnya. Jadi sampai saat ini hal itu masih digodok terus. Sebenarnya sampah yang dibelakang gedung baru itu digunakan untuk pemadatan tanah karena rencananya disana akan dilakukan pembangunan lagi,” terang beliau.  
Walaupun pada dasarnya sampah adalah barang yang kita buang karena sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi kegunaannya. Namun jika sampah dapat dikelola dengan baik, maka kita dapat menciptakan sendiri hal yang bermanfaat tersebut dari sampah yang sudah kita hasilkan. Seperti yang dikatakan oleh Gusti Indira Al Hajjriana sebagai Duta Lingkungan.
“Sejauh ini sampah-sampah yang ada di kampus baik itu organik maupun non-organik belum dikelola dengan baik. Sampah cuma sekedar dibuang ketempatnya tidak disertai dengan pengelolannya serta tidak adanya tempat sampah 3R (reuse reduce recycle). Sebenarnya sampah itu mempunyai nilai jika dikelola dengan baik salah satunya dengan bank sampah. Dan sampah-sampah itu dapat di daur ulang, organik jadi kompos dan non-organik jadi plastik,” terangnya.
Sampah adalah hasil perbuatan manusia itu sendiri jadi sudah seharusnya manusia jugalah yang harus bertanggung jawab untuk mengatasi dan berusaha mengurangi sampah yang kita hasilkan setiap hari. Permasalahan sampah dapat diatasi dengan hal yang paling sederhana yaitu kesadaran. Kesadaran dari mahasiswa untuk menjaga kebersihan lingkungannyalah yang akan paling berdampak bagi bersih atau tidaknya lingkungan kampus. Kemudian diikuti dengan kinerja yang baik dari petugas kebersihan dan penanganan serta kepedulian dari pihak fakultas juga akan menjadi solusi yang paling baik dari masalah lingkungan ini. Dengan kata lain pihak fakultas tidak hanya sekedar memberikan himbauan saja tapi dibarengi dengan tindakan nyata.
Jika dianalogikan maka seorang mahasiswa yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan kampusnya sendiri maka bukan mustahil mahasiswa tersebut juga tidak peduli terhadap permasalahan sosial di masyarakat padahal mahasiswa yang diharapkan membawa dampak perubahan kearah yang lebih baik dimasyarakat kita. (putri/vera)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

Disqus Shortname