Selasa, 24 Desember 2013

PESAN TERAKHIR

“Undangan siapa ini yah?” aku penasaran dengan undangan yang di berikan ayah.
“Buka saja, kau akan tahu apa isinya.” Jawab ayah dengan muka penuh rona bahagia

       Aku terperangah, berulang-ulang membaca nama calon pengantin pria, Ir. Ramdani, ku harap hanya namanya yang sama dengan ayah, mataku meneruskan membaca calon pengantin perempuan yang bernama Irma, hanya satu orang yang ku kenal, yaitu tante irma apakah tante irma yang ku kenal sahabat terbaik ibu tersebut? Tapi tunggu tante irma akan menikah dengan A......yah?
Aku diam seribu bahasa, melihat aku hanya diam ayah membuka suaranya, itu benar ayah memulai pembicaraan, ayah akan menikah dengan tante irma, ayah seakan tahu seribu tanda tanya yang ada di kepalaku, mendengar jawaban ayah dunia seakan runtuh, aku ingin berontak kenapa yah? Ibu baru saja meninggalkan kita satu bulan yang lalu, kenapa begitu tiba-tiba ayah ingin menikah? Dengan tante irma lagi sahabat ibu, tetapi hal itu tidak aku lakukan, aku berlari ke kamar, aku menatap ke luar jendela memandang langit, langit yang tadinya mengharu biru kini berubah menjadi kelabu, seakan mewakili perasaanku saat ini.

RUPIAH TIBA


Di tengah malam, tepat malam jum’at kliwon bulan purnama, saat Dika tertidur dengan pulasnya, tiba-tiba ada suara teriakan dari depan pintu, pintu itu terus di ketuk, antara mendengar atau tidak, sebagian malah dikira mimpi, Dika pun tertidur kembali. Tapi bunyi ketukan itu semakin keras “Malah Kebangun jam segini, kayak ada yang ngetok, iya bentar”.
Dika perlahan melangkahkan kakinya ke depan pintu, ketukan itu terdengar semakin jelas, siapa coba yang bertamu tengah malam begini, berharap itu bukan Nyi Blorong yang kebetulan kangen. Dika sangat berkeringat, diambilnya raket nyamuk untuk berjaga-jaga. Perlahan tapi pasti, ia buka pintunya, tapi ketika di buka, Dika menautkan kedua alisnya. ‘kok tidak ada orang, sudahlah, mungkin hanya halusinasiku saja’ pikirnya sambil menutup pintu.
“Mas Dika! Saya buka ya”teriakan itu terdengar jelas, membuat lelaki muda ini bergidik ngeri. ‘kriiiikkkk’ pintu itu terbuka sendiri, terlihat seorang lelaki berambut jabrik, apakah itu suaminya Nyi Blorong? Ah tidak mungkin, mana tahu dia dengan Dika. Pintu itu semakin terbuka lebar.Dengan minimnya pencahayaan, Ia mencoba menyipitkan matanya kembali. Seperti kenal dengan orang ini.

Comments System

Disqus Shortname