Selasa, 17 Desember 2013

UKT Menuai pro dan kontra di kalangan mahasiswa dan orang tua



UKT di nilai belum siap di jalankan dan kurang sosialisasi


UKT adalah Uang Kuliah Tunggal yang sekarang menjadi sebuah perdebatan di beberapa kalangan mahasiswa, orang tua, dan juga perguruan tinggi. Hal ini perlu mendapatkan respon menggenai masalah UKT di Perguruan Tinggi Indonesia. UKT sebenarnya bertujuan untuk memberikan keringanan bagi mahasiswa baru yang sedang masuk dalam perguruan tinggi.Seperti yang dikutip pada okezone.com (27/5). Semua komponen yang terkait dengan pembiayaan kuliah seperti, SPP, Sumbangan, dana pengembangan, biaya wisuda,yudisium dan lain-lain semuanya di hitung dalam UKT. 

Dasar sistem perhitungan UKT 
Besaran UKT sendiri dihitung berdasarkan unit cost setiap mahasiswa per program studi yang dikurangi pembiayaan sumber pemerintah termasuk BOPTN. Rencana penerapan sesuai surat edaran Dirjen Dikti, penetapan besarnya UKT dikelompokkan menjadi lima grade (kelas). Pengelompokan lima grade tersebut disesuaikan dengan penghasilan orang tua/wali mahasiswa baru. Kelas empat dan lima mensubsidi kelas satu dan dua sedangkan kelas tiga adalah kelas netral yang membayar UKT sesuai dengan Kebutuhan dia selama delapan semester.
Dalam sistem UKT ini nantinya mahasiswa baru tidak akan diminta untuk membayar uang pangkal (SPL), yang ditahun-tahun sebelumnya berkisar antara 4 sampai 15 juta. Kemudian mekanisme pembayaran biaya kuliahnya pun berbeda, dalam sistem UKT ini biaya kuliah seorang mahasiswa selama 4 tahun (8 semester) akan diakumulasi dan ditotal kemudian dibagi 8 semester, hasil dari pembagian tersebut yang nantinya harus dibayarkan oleh mahasiswa.
Misalkan  akumulasi total biaya kuliah selama 4 tahun adalah 40 juta, maka 40 juta dibagi 8 semester sehingga jatuhlah pada angka 5 juta dan 5 juta inilah yang harus dibayarkan oleh setiap mahasiswa disetiap semesternya. Dan kebijakan UKT ini juga nantinya akan memungkinkan adanya perbedaan biaya kuliah antara satu fakultas dengan fakultas yang lain, hal itu dikarenakan kebutuhan dari masing-masing fakultas atau jurusan berbeda.

ANTUSIAS LCTA SANGAT TINGGI


      Lomba Cepat Tepat Akuntansi (LCTA) 2013 merupakan Kegiatan Rutin Tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Fakultas Ekononi Unlam Banjarmasin.Kegiatan yang bertemakan “Believe Your Self and Get The Best Achievement With LCTA” diadakan pada (18/11) sampai (21/11) lalu di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. 

Panitia LCTA 2013 kali ini diketuai oleh M. Rezky Akbar atau yang sering dikenal dengan nama “Abay” merupakan Mahasiswa S1 Akuntansi yang saat ini sedang menempuh Semester 5 (lima).“Antusiasme pada LCTA 2013 tahun ini sangat tinggi untuk animo peserta” ujarnya.Hal tersebut sangat terlihat dengan banyaknya jumlah peserta yang berpartisipasi dalam acara tersebut baik dari SMA maupun SMK. Tidak hanya sampai di situ saja tingginya antusiasme peserta juga dapat dilihat dengan berpartisipasinya sekolah-sekolah yang berada diluar Kabupaten Banjar. Misalnya SMAN 1 Kandangan, SMAN 1 Pleihari, SMAN 1 Kelumpang Hilir dan SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu.

Comments System

Disqus Shortname