Kamis, 19 September 2013

CERPEN : Putri Bunian

Taken from fotolog.com

PUTRI BUNIAN
Oleh Ida Muliyati – Anggota Produksi LPM Jurnal Kampus
Naskah diikutsertakan dalam Proyek GPM Amuntai Antologi Cerpen Keliling Kalsel

Ketika aku menyibak tirai kamar, langit pagi masih gelap, semburat kemerahan sang fajar masih merayap malu-malu di ufuk timur. Tanah masih tertutup bayang-bayang hitam malam yang belum menyingkir pergi. Di jendela kaca kamar penginapanku tercetak titik-titik udara yang mengembun. Mengatakan kepadaku bahwa udara di luar masih sangat dingin. Aku baru selesai sholat subuh dan tergelitik untuk mengintip pagi buta di Teluk Tamiyang, kurang lebih 90 kilometer dari pusat kota Kotabaru, salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan.
Dua hari yang lalu aku dan rekanku, Kemal, tiba di Bandara Syamsudin Noor, tepat tengah hari. Dua jam tertunda delay di Bandara Juanda, Surabaya. Padahal kami cuma transit di sana. Kemudian melanjutkan perjalanan panjang selama sepuluh jam yang sangat melelahkan untuk sampai di Teluk Tamiyang. Hampir tengah malam kami baru tiba dan disambut bunyi-bunyian jangkrik di kiri dan kanan penginapan.
Namaku Rifki Hasan.

PUISI : Prolog


Taken from ungunyadani.blogspot.com


Prolog
Oleh Ida Muliyati

Ketika menulis menjadi nadi-nadiku. . .
Kata-kata itu, yang bermain hanya di dalam kebisuan pikiran, 
merayap-rayap di dinding sunyi
Berbisik seolah berkata, “Tulislah aku, tulislah aku.”

Mantra apa yang merasukiku?
Entah.. Siapa yang peduli?
Naskah hanyalah fiksi
Semu dan tidak berarti

PUISI : Budak

Taken from lightsflows.com
 Budak
Oleh Winardi

Di sebuah sudut  hati tanpa cahaya
Aku tertunduk, merintih, ingin menjerit
Tertatih – tatih aku berjalan mencari jalan keluar
Aku tersungkur, terjatuh, hitam wajahku

Mantra apa yang kau ucapkan. Sihir apa yang kau gunakan
Kau kendalikan pikiranku. Aku hanya diam, tunduk, takut
Aku layaknya bonekamu, yang dapat kau mainkan sesuka hati
Aku tak berontak, layaknya budak yang patuh pada tuannya

Rabu, 18 September 2013

Prospek Sarjana Ekonomi

Taken from didikpurwanto.blogspot.com


 Berbicara tentang pendidikan, lebih-lebih pendidikan tinggi sama artinya dengan berbicara tentang membangun peradaban bangsa. Pendidikan tinggi mengemban misi sebagai transformasi sosial, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bahkan juga seharusnya termasuk membangun watak serta karakter bangsa.
Posisi perguran tinggi yang sedemikian mulia dan strategis itu merefleksikan pada tingkat peradaban bangsa yang bersangkutan. Suatu bangsa menjadi maju sejalan dan seiring dengan kemajuan perguruan tingginya. Hampir tidak pernah ada di dunia ini negara maju yang tidak memiliki perguruan tinggi maju. Perguruan tinggi maju selalu menghasilkan kemajuan bangsa di mana perguruan tinggi itu berada.
Banyak orang berpendapat bahwa lulusan yang menyandang gelar sarjana ekonomi itu susah mendapatkan pekerjaan. Karena minimnya lapangan kerja di Indonesia sehingga tidak sedikit seorang sarjana yang mengobral ijazahnya dengan bekerja asal-asalan atau tidak sesuai dengan background pendidikannya.

Peranan Wirausaha Dalam Pembangunan Negara


Taken from berabagi-tips.blogspot.com
Seperti yang kita ketahui selama ini, hampir lebih dari delapan puluh persen  perusahaan atau badan usaha yang ada di Indonesia adalah milik swasta. Jumlah mereka bahkan melebihi jumlah badan usaha milik pemerintah. Para wirausahawan ini sangatlah kreatif dan inovatif dalam menciptakan barang produksi. Hal ini disebabkan oleh semakin ramainya dunia usaha, sehingga menuntut mereka untuk menemukan produk alternatif yang sangat dicari masyarakat.
 Para pengusaha disamping menciptakan dan menawarkan barang produksi, mereka juga memberikan pelayanan dalam bentuk jasa. Pemerintah merasa  terbantu dengan adanya para  pengusaha yang  kreatif ini. Mereka sangat mambantu pemerintah dalam hal meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Misalnya saja dalam meningkatkan mutu dan sarana pendidikan seperti penyediaan sekolah. Sekolah yang dibangun pemerintah belum mampu menampung kebutuhan anak-anak bangsa akan pendidikan. Tetapi dengan adanya sekolah-sekolah swasta,  peluang atau kesempatan untuk memperoleh pendidikan menjadi lebih luas. Kebutuhan akan pendidikan menjadi lebih terpenuhi. Karena itulah, pemerintah sangat mendukung hadirnya pihak swasta yang ikut meramaikan pembangunan bangsa. Dukungan pemerintah antara lain dapat dilihat dalam bentuk pinjaman rendah modal bagi masyarakat yang ingin membangun usaha tetapi kekurangan modal. Lahirnya para wirausahawan juga sangat menguntungkan pemerintah dalam hal pemungutan  pajak. Usaha-usaha yang sudah lama berdiri dan sukses tentu memiliki beban pajak yang cukup besar, dan ini akan menjadi sumber pendapatan bagi negara.

Senin, 16 September 2013

PUISI : Kursi Emas


Taken from flickr.com

 oleh Winardi

Telah lama sang tergugat meraba benalu
Namun dia tak jua tau apa itu
Dia terbang beriringan berdampingan
Tak sadar melesak ke hamparan sumur bergoyang

            Dia dapatkan ladang emas berlian
            Kupu – kupu menawan pun banyak di genggaman
            Tak tau diri menyaksikan jutaan semut mati berserakan
            Yang dia tau hanya kemunafikan

Minggu, 15 September 2013

Mengenal Lebih Jauh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Selatan



Redaksijurnalkampus, Jam menunjukkan jam 18.45, datanglah kami ke salah satu sekretariat HIPMI Kalsel, tampak banyak orang yang sedang berbicara di sebuah meja bundar.  Suasana di sana penuh keakraban dan tawa, dan masuklah tim redaksi jurnal kampus ke ruangan yang bertuliskan HIPMI Kalsel. Tampak seorang pemuda berbaju hitam dengan gaya yang agak santai dan apa adanya, Zainal Hadi.
Zainal Hadi adalah Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Selatan.  Dengan Gaya yang agak santai tim redaksi pun langsung mewawancarai ketua Umum HIPMI Kalsel ini, karena ingin mengetahui lebih dalam tentang HIPMI Kalsel lebih mendalam.

Bersama Tingkatkan Akreditasi Fakultas


Suasana keakraban antar tokoh alumni Fakultas Ekonomi Unlam dengan dosen dan pegawai di Lingkungan Fakultas Ekononi Unlam begitu terasa dalam acara syukuran 55 tahun Fakultas Ekonomi Unlam serta halal bihalal di Open Hall FE Unlam, Sabtu (14/9). Walaupun Dies Natalies FE Unlam masih seminggu lagi, tepatnya 21 September nanti.
Syukuran yang baru dilaksanakan pertama kali ini selain dihadiri oleh alumni juga diikuti oleh keluarga besar dosen dan karyawan sebanyak 130an undangan. Salah satu alumni adalah Bapak Anang Syafiani, calon Bupati Tabalong tahun ini. Dalam kesempatan tersebut juga sekaligus pelepasan dosen dan karyawan yang akan berangkat haji.

Modalnya Cuman Bisa Ngomong



Berawal dari hobi lelucun, pada tanggal 19 Oktober 2011 dibentuklah komunitas yang bernama Stand Up Comedy Banjarmasin. Diprakasai oleh Jenggo, Rian, Koko, Abdi, Ahdi Yuli, dan Radhian malamnya mereka langsung menggelar gathering di Duta Mall. Maka terbentuklah hingga saat ini.

Komunitas yang sudah beranggotakan 30 lebih orang ini tak hanya tersebar di Banjarmasin, tetapi juga ada yang dari Banjarbaru dan Martapura. “Awalnya memang hobi, sekaligus kami suka liat stand up yang ada di Metro Tv, jadi timbul ide, kenapa ga bikin aja komunitas Stand Up Comedy Banjarmasin,” ujar Sekretaris Stand Up Comedy Banjarmasin, Miftahurrizqi.

PROFIL : Sempat Salah Bicara Karena Gugup



Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi Unlam yang sering menonton berita lokal mungkin melihat wajah familiar ketika menonton Warta Kalsel yang ditayangkan setiap Senin – Jum’at dari pukul 05.00 hingga 06.00 sore. Sejak 28 Agustus 2013 lalu, Gusti Indira Al Hajjriana memulai pengalaman barunya sebagai presenter berita. Padahal sebelumnya ia mengaku tidak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang presenter berita.
Bermula dari tawaran seorang kru TVRI Kalsel di salah satu acara BUMN yang dihadirinya, Indira kemudian mengikuti audisi presenter yang diadakan stasiun televisi nasional tersebut. Ketika audisi pun Indira tidak sempat melakukan persiapan apapun karena terkesan mendadak.

Comments System

Disqus Shortname