Jumat, 06 September 2013

CERPEN : Malaikat Bersayap Putih



MALAIKAT BERSAYAP PUTIH
Oleh Ida Muliyati

 Kemilau sinar matahari bergerak menembus kaca bening. Cahayanya memantul pada wajah pucatku. Dari balik jendela aku memperhatikan jalanan di luar. Beberapa pejalan kaki bergerak cepat dengan mantel dingin mereka. Sudut mataku mengikuti mereka, pergi satu per satu menghilang di kejauhan. 
 Musim semi pertama datang dua hari yang lalu tetapi sisa-sisa kebekuan musim dingin belum sepenuhnya pergi. Pagi ini, kaki dan tanganku bergetar kedinginan, mencoba mencari kehangatan dari sinar matahari. Merapat di sudut kamar di bawah jendela, memandang dunia luar. Dari hamparan langit biru, aku akan menemukan ceritaku yang hilang. 
 Duniaku -entah sejak kapan- adalah kamar persegi empat dengan dinding-dinding dingin berwarna putih, gorden dan kasur dengan warna yang sama. Sisanya hanya furniture yang berwarna lembut. Lantai marmer dengan alas berbulu tebal tempat menemukan kehangatan di musim dingin yang lalu. Satu-satunya yang memberi warna hanyalah bingkai foto 4R yang terletak di atas nakas. Ayah, Ibu, dan adikku, Elena. Memperlihatkan senyum yang dulu ku miliki dan sekarang sudah ku lupakan bagaimana tersenyum seperti itu.

“Dosen Pembimbingku...”

Oleh : Dian Retno Pertiwi
Dewan Penasehat LPM Jurnal Kampus FE Unlam


Dosen Pembimbingku...

Yang namanya kuliah, tidak akan lepas dari prosedur konsul-mengonsul dan ketemuan sama dosen pembimbing. Entah itu menjelang semester baru, atau mungkin menyusun skripsi. Berbagai macam karakter dari dosen pembimbing membuat mahasiswa di seluruh UNLAM, bahkan seluruh Indonesia dilema tentang bagaimana manner yang tepat untuk berhadapan dengan dosen pembimbingnya.
Hal yang sama juga kita hadapi sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM. Setiap awal semester baru, kita sebagai mahasiswa maupun kakak-kakak tingkat yang sedang menyusun skripsi harus menghadapi dosen pembimbingnya masing-masing. Ada yang santai, karena dosen pembimbingnya santai. Ada yang stress duluan, karena dosen pembimbingnya terkenal super sibuk dan susah ditemuin. Ada juga yang panas-dingin karena dosen pembimbingnya super killer.

GALERI : Foto Jurnalistik

Mengharap rizki dari orang yang lebih mampu

Menikmati keindahan Sungai Martapura dengan sang buah hati

Selasa, 03 September 2013

Coming Soon Learn Public Speaking 2013 - Berkomunikasi Untuk Motivasi






Oleh : Tim Panitia Learn Public Speaking 2013

Seseorang harus memahami kepribadiannya sebelum menciptakan sebuah komunikasi. Memang sangat sulit untuk berkepribadian seperti yang kita inginkan, dalam hal ini ingin menjadi orang yang selalu siap tampil berbicara didepan banyak orang. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Hal ini seiring dengan pendapat Andrew Mccarty, Ph. D didalam bukunya yang berjudul berpikir positif (2007) mengatakan bahwa berpikir positif dan memberikan penghargaan yang tinggi terhadap diri sendiri merupakan hal yang sangat penting dan mendasar untuk memperbaiki kepribadian seseorang.

Komunikator yang baik yaitu apabila ia berkomunikasi sesuai dengan motivasi dari dalam dirinya. Yakni motivasi untuk memberikan pengetahuan baru bagi pendengarnya. Artinya, motivasi akan menjadi lebih penting dibandingkan umur, jabatan, status keuangan, ras, agama, pendidikan, jenis kelamin, dan berbagai unsur saat berkomunikasi.

Namun permasalahannya yaitu tidak semua orang mampu berbicara dengan baik dan benar di depan orang yang banyak orang. Hal tersebut sesuai dengan pengalaman yang kami dan sebagian teman saya, bahwa berbicara di depan banyak orang terdapat beberapa halangan yang terkadang tidak bia diidentifikasi alasannya. Oleh karena itu, kami tertarik untuk membahas masalah dalam ini dalam sebuah kegiatan.

KREASI : Express Yourself

Oleh Wira Setiawan

6 Tips Belajar Ala Mahasiswa

Oleh : Rizky Hafiz
Mahasiswa Jurusan Akuntansi FE Unlam
 
Proses adaptasi dari dunia sekolah ke dunia perkuliahan relatif tidak mudah bagi beberapa mahasiswa baru. Kenyataannya, ada beberapa hal berbeda yang harus di perhatikan agar proses adaptasi ini tidak menjadi hambatan untuk meraih prestasi akademis.
 
Berikut ada beberapa tips dalam mengikuti perkuliahan yang saya kutip dari seminar yang pernah saya ikuti beberapa waktu lalu yang disampaikan oleh ibu Dr. Ade Adriani, SE.,Ak.,M.Si. bertemakan "Mengenal, Belajar, dan Memahami Jati Diri Mahasiswa" .

Jejak Alumni LPM JK : Pandai Menulis Berkat Aktif di Persma

Syaiful Adhar berfoto bersama pengurus JK 2013-2014
Salah satu pendiri LPM-Jurnal Kampus Fakultas Ekonomi Unlam Syaiful Adhar menjelaskan bahwa dulunya LPM jurnal kampus bernama LPM KOREK (Kajian Orang Ekonomi) ia menceritakan ketika dulu selain aktif di LPM KOREK, juga bergabung dengan LPPM Unlam yang sekarang bernama LPM Kinday Unlam.
Ketika ia dan kawan-kawan dari Fakultas Ekonomi ingin mendirikan sebuah Lembaga Pers Mahasiswa untuk Fakultas Ekonomi, waktu itu digelarlah rapat dari pagi sampai malam, ketika malam hari ternyata lampu padam saat diadakan pertemuan sehingga otomatis mereka menyalakan lilin dengan korek dan terpikirlah pada saat itu juga nama KOREK. Dan sekarang sudah di ganti menjadi LPM Jurnal Kampus FE Unlam.

Minggu, 01 September 2013

SOSOK : Keberhasilan di Lihat Dari Prosesnya

Menuntut ilmu di Universitas Airlangga merupakan pengalaman yang tidak terlupakan oleh Bapak yang bernama lengkap Drs Ec Syaiful Hifni, M. Si, Ak. Mengambil pasca sarjana di sana membuat bapak yang disapa akrab Pak Syaiful ini harus memilih antara kemampuan dan kebutuhan.
Kemampuan yang terbatas dan kebutuhan haruslah ada saat berjuang menuntut ilmu. “Menjadi mahasiswa berarti menjadi bagian mata rantai kehidupan, jadi harus benar-benar bisa memilih,” ujarnya bapak yang kini menjabat sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Ekonomi Unlam.
Mencoba membandingkan kondisi mahasiswa di zaman Ia kuliah waktu dulu. Bapak penyuka olahraga bulutangkis ini menjelaskan bahwa kondisi mahasiswa dulu sangat berbeda dengan saat sekarang ini, seperti faktor kebiasaan/keseharian yang mempengaruhi perilaku mahasiswa.

Comments System

Disqus Shortname