Sabtu, 31 Agustus 2013

LPM Jurnal Kampus Siap Kader Maba 2013



 
Presentasi organisasi Unit Kegiatan Kampus Lembaga Pers Mahasiswa Jurnal Kampus Fakultas Ekonomi Unlam dalam acara Program Pengenalan Belajar (P2B) hari Kamis 28 Agustus 2013 yang bertempat di ruang Aula Fakultas Ekonomi Unlam berlangsung meriah
Seluruh pengurus LPM Jurnal Kampus  lengkap memakai pakaian dinas harian. Sejak pukul dua siang pengurus LPM Jurnal Kampus antusias untuk menunggu giliran presentasi yang dijadwalkan akan tampil  setelah Badan Legeslatif Mahasiswa (BLM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Tentu saja sebagai organisasi UKM mendapat giliran yang pertama menyampaikan persentasi, membuat LPM Jurnal Kampus lebih bersemangat.

Kamis, 29 Agustus 2013

Jejak Alumni LPM Jurnal Kampus FE Unlam

Minim Kegiatan, Angga Pertahankan JK
 Mengawali kariernya sebagai Ketua Umum di organisasi LPM Jurnal Kampus Fakultas Ekonomi Unlam pada periode 2007-2008, dia yang bernama lengkap Anggara Pratama, SE ini waktu dulu sangat mencintai JK. Buktinya pada saat masa kepemimpinannya Angga (panggilan akrabnya) bersusah payah dan berusaha mempertahankan keadaan JK dikarenakan minimnya kegiatan, sehingga dengan usahanya itu perlahan-lahan JK mulai bangkit.
Lelaki kelahiran 6 Februari 1986 ini mengaku sangat terkesan berada di JK. “Aku banyak belajar cara berinteraksi dengan sesama, memimpin dan dipimpin, dan jugamenjadi mahasiswa yang mandiri,” ujarnya saat dikonfirmasi Kru Wajar, Sabtu (21/1).

RUPIAH : Mata Uang yang Lemah?



Jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat yang masih terjajah melakukan kegiatan ekonomi menggunakan mata uang asing. Periode saat itu mata uang yang digunakan adalah Gulden Belanda (1610-1817) dan Gulden Hindia-Belanda (1817-masa pendudukan Jepang). Di masa pendudukan Jepang, Rupiah Hindia Belanda mulai diperkenalkan, dan setelah berakhirnya perang dunia II, Javaans Bank (Bank Jawa) meluncurkan Rupiah Jawa sebagai penggantinya, tetapi mata uang NICA (Sekutu) dan mata uang ciptaan gerilyawan Indonesia juga digunakan.

Empat tahun setelah kemerdekaan (2 November 1949), Rupiah diresmikan sebagai mata uang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mulai dari situ, Rupiah Kertas dan Rupiah Koin telah banyak diterbitkan Bank Indonesia sebagai uang.

Rupiah diawal-awal kemerdekaan masih mempunyai nilai tukar yang kecil terhadap 1 Dollar. Untuk tahun 1949, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar adalah sekitar 3,8/USD. Bandingkan dengan diabad ke-21 ini, Rupiah berkisar antara 8.000-11.000/USD. Inflasi yang tinggi menyebabkan Rupiah terus melemah.

SOSOK : Marah Untuk Kebaikan



Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan menjadi sangat penting keberadaannya dalam struktur organisasi Fakultas Ekonomi Unlam, disingkat Kasubag Kemahasiswaan dikatakan penting, karena disinilah segala macam beasiswa disediakan bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi. Namun dibalik Kasubag Kemahasiswaan ini ada salah satu sosok yang wajib kita ketahui. Penasaran...
Kali ini Kru Jurnal Kampus tertarik dengan mengadakan wawancara langsung dengan pimpinan Kasubag Kemahasiswaan yang baru ini, kenapa?... Kata sebagian mahasiswa sih, ibu yang bernama lengkap Muslimah, SE ini galak. Eiiit.... tunggu dulu teman, sebenarnya ibu yang akrab dipanggil Ibu Imus ini justru sangat sayang dengan mahasiswa, bahkan beliau menganggapnya sebagai anak sendiri.
Mengabdi di Fakultas Ekonomi Unlam Banjarmasin selama hampir tiga dekade dan sekarang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan. Tentunya Ibu Muslimah sudah sangat di kenal oleh para penghuni Fakultas Ekonomi baik mahasiswa, dosen, dan para petinggi fakultas sendiri.

Rabu, 28 Agustus 2013

Terus Kenalkan JABOER Ke Kalangan Kaula Muda



Berawal dari keinginan untuk memperkenalkan kain sasirangan kepada daerah lain, dan juga sebagai  juara pertama dalam Lomba Bussines Plan National Competition di Universitas Brawijaya. Anis Dian,  Mahasiwi jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi Unlam membangun usaha pakaian yang diberi nama Jaboer (Java Borneo).
Jaboer merupakan kolaborasi kain khas indonesia seperti sasirangan dan batik yang dibuat dalam kaos, polo, kemeja, blazer, long dress, mini dress dan lain sebagainya.
Modal awal dalam menjalankan usaha ini berasal dari hadiah Lomba Bussines Plan dan gabungan dengan modal sendiri. Banyak tantangan  yang dihadapi Anis dalam menjalankan usahanya seperti terbatasnya modal dan mahalnya bahan baku yang ada di pasaran.

Selasa, 27 Agustus 2013

PROFIL : Goyangkan Kaki Atasi Gugup

Dari ceplas-ceplos akhirnya menjadi hobi, Nur Rahmawati (20) tak menyangka bakal bergelut dengan dunia ngemsi. Selain karena niat ia juga sadar bahwa di dalam dirinya ada bakat untuk berkomunikasi dengan baik kepada orang lain.
“Dari SD itu aku sudah suka tampil sebagai pembawa acara. Buktinya setiap kali upacara bendera aku pasti jadi pembawa acara. Malah jangan sampai waktu itu ada teman-teman yang ngambil porsi untuk bawa acara di upacara,” ungkap gadis yang akrab disapa Rahma ini sambil tersenyum.
Sejak memasuki SMA sampai dengan kuliah di Fakultas Ekonomi Unlam ia sering menjadi MC di acara-acara pendidikan. Tak hanya di tingkat acara mahasiswa saja, namun juga di acara nasional.
“Selama ini aku sering tampil di acara kampus saja, belum pernah ngemsi di luar karena waktuku lumayan padat untuk kuliah,” ujar lulusan SMAN 1 Banjarmasin ini.

P2B Untuk Tanamkan Moral dan Etika



Selama tiga hari mulai hari Rabu tanggal 28 Agustus sampai dengan 30 Agustus 2013 mahasiswa baru angkatan 2013 bakal bergelut dengan rutinitas Program Persiapan Belajar (P2B) di kampus Fakultas Ekonomi Unlam.
Hari ini Selasa 27 Agustus 2013 sejak jam sembilan pagi sudah berkumpul di Open Hall Fakultas Ekonomi Unlam untuk mengikuti Teknikal Meeting persiapan.
Informasi yang didapatkan, sebanyak kurang lebih 500 orang mahasiswa baru 2013 diterima di Fakultas Ekonomi dari berbagai jurusan. Pembantu Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan, Bapak Drs. Ec. Syaiful Hifni, M.Si, Ak mengatakan P2B tahun ini merupakan sebagai ajang untuk menanamkan nilai dan moral kepada warga baru Fakultas Ekonomi Unlam.
"Saya akan selalu memantau pelaksanaan P2B ini, apabila ada hal yang melanggar etika dan moral dengan tegas saya beri peringatan kepada mahasiswa maupun panitia," tegasnya saat ditemui ruangan, Selasa (27/8).

Makin Giat Kembangkan Usaha JABOER



Salah satu peserta yang mewakili Fakultas Ekonomi Unlam sekaligus tingkat Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yakni Anis Dian, Noor Musadad, dan Eko Budi R  mampu menembus babak pertiga final bahkan menjadi sang juara satu di Program Business Plan 2012 yang berlangsung di Universitas Brawijaya Malang beberapa waktu lalu.
Prestasi yang sangat mengejutkan ini dipersembahkan oleh tim dengan nama proposal bisnis JABOER yakni (Java Boerneo), produk gabungan antara kain batik dan sasirangan ini mampu mengantarkan mereka juara pertama mengalahkan tim beratnya dari Universitas Airlangga Surabaya dan tuan rumah Universitas Brawijaya Malang.
Sebelumnya, proposal yang masuk sebanyak 2.500 proposal yang kemudian diseleksi menjadi 10 besar dan 3 besar termasuk Unlam didalamnya. Mahasiswa Akuntansi Ekstensi Noor Musadad mengatakan dirinya dan tim baru pertama kali ikut dalam Program Business Plan ini.

Minggu, 25 Agustus 2013

FEATURE : Yang Penting Anakku Bisa Makan


Oleh: Inayatul Huda
 
"Aku sayang dengan Almarhum Istri dan anakku di rumah, karena aku seorangsuami dan juga seorang ayah.."
Ahmad (Kai Penjual Air)
 
Namanya Ahmad, ialah lelaki tua yang aku temui sewaktu membeli sate dipinggir jalan Kayutangi Banjarmasin. Ia hanya seorang pedagang air bersih, bekerja dari pagi sampai larut malam. Umurnya sekarang sudah menginjak 71 tahun. Setiap harinya membawa gerobak berisi 12 dirigen air yang volumenya masing-masing dirigen tersebut kurang lebih 20 liter.
Aku mencoba memberanikan, awalnya hanya sekadar menyapanya. Kemudian berlanjut dengan obrolan kecil. Dengan nafas yang terengah-engah, beliaumengawali perbincangan denganku tentang kesehariannya.
"Kai’, dari jam berapa jualan air?"
"Dari pagi sampai malam, pagi itu ngambil air dulu di sumur belakang rumah (wilayah BATOLA) terus jalan ke pasar dan ke warung-warung pinggir jalan di seputaran Kayutangi Banjarmasin. Malam ini baru laku 1 dirigen, kadang tidak ada yang laku sampai malam. Satu dirigen ini kai jual 10 ribu, kalo kamu mau beli nanti kai antar kerumah,” ucapny sambil duduk beristirahat.
Ia mengaku mempunyai lima anak, tapi itu anak tetangganya yang seringbermain ke rumah. Sudah 20 tahun ia menginginkan untuk bisa memiliki anak dari pernikahan dengan istrinya, namun, sang istri lebih dulu meninggalkannya untuk selamanya – karena menderita penyakit paru-paru basah. Alasan karena tidak cukup uang untuk membawa orang tercintanya itu ke rumah sakit, ia merawat belahan hatinya tersebut sendirian sampai akhirnya meninggal dunia tanpa pengobatan yang baik.

Sukses Itu Jujur

 Oleh : Astia Putriana
Kabid Keorganisasian LPM-Jurnal Kampus FE Unlam

Mengaktualisasi Kejujuran Dalam Keseharian
Setiap manusia pasti memiliki kecenderungan untuk sukses. Ya, kesuksesan sekarang telah menjadi keharusan bagi setiap umat manusia, tentu hal ini dikarenakan berbagai faktor prestige yang membuat mereka berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya, faktor itu antara lain, penghormatan, kekayaan dan kebahagiaan.
Ditinjau lebih jauh, apa sih sukses itu? Apakah sukses itu adalah saat Anda berhasil mendapatkan pekerjaan yang Anda damba-dambakan? Saat Anda berhasil membahagiakan orang tua Anda? Atau saat Anda berhasil menjadi kaya-raya? Sungguh, saya prihatin jika kita mendefinisikan sukses itu demikian, menjadi sukses itu bukanlah mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi berkewajiban menginternalisasi dan mengaktualisasi perilaku yang baik dalam ruang kehidupan kita yakni sukses dalam mengembangkan moral yang beradab.
Moral kita telah bergeser teman. Dengan motif demikian seolah-olah sukses itu hal yang perlu digenggam tiap insan. Anda sukses belum tentu itu baik. Menjadi sukses itu adalah bermanfaat bagi orang lain. Menjadi sukses adalah berperilaku baik dengan menjunjung moral madani dalam tiap unsur kehidupan, bukan menjadi terbaik dalam kehidupan.

“KULI” di Jurnal Kampus

Oleh : Astia Putriana
Kabid Keorganisasian LPM-Jurnal Kampus FE Unlam

 Pernahkah anda mendengar istilah “kuli”? Hmm ya istilah kuli kini mulai bergeser tangkapan estetisnya menjadi sesuatu yang bermakna sebagai orang yang bekerja dalam kancah lingkup lingkungan yang memaksanya untuk bekerja kasar, yang berat dan lebih menitikberatkan pada pekerjaan yang menuntut kekuatan fisik.
Mayoritas orang memang beranggapan mendengar kata kuli identik dengan ‘angkat-mengangkat’, kok bisa? Ya memang kalau dilihat dari perspektif optik, kuli itu kerjaannya mengangkat barang-barang berat dengan kedua tangannya bahkan dengan kekuatan bahunya yang secara jelas sangat memperlihatkan kinerja yang keras dari otot-otot bisepnya.
Kok rasanya kurang penting banget ya membahas kuli, namun bolehkah saya membuat sebuah pernyataan “SAYA RELA MENJADI KULI”. Wow.. sarkas memang mendengar pernyataan demikian, namun nyatanya saya bangga bisa menjadi kuli, kuli apa? “KULI TINTA” .

Ilmu atau Nilai?


Ilmu Atau Nilai
Oleh : Khalis Arif Pratama
Pimpinan Redaksi (Kabid Produksi)  LPM-Jurnal Kampus FE Unlam

Final test, banyak orang menganggap ini merupakan hal yang berbahaya dan dalam radius satu minggu kebelakang akan menyebabkan galau, dan cukup dirasa berlebihan. Banyak orang tidak bisa mengendalikan dirinya karena ketakutan dengan final test, termasuk alasan-alasan yang berlebihan seperti  ‘fokus final’ .
Kesimpulannya, orang hanya belajar pas sebelum final.  Terus bagaimana dengan sehari-hari Anda sebelum final? Apakah Anda tidak belajar? Apakah hanya sebelum final Anda belajar begitu keras? Apa yang sebenarnya Anda ingin dapatkan? Ilmu atau nilai?. Toh hasil dari final belum tentu menggambarkan kemampuan telak seseorang dalam memasuki dunia nyata setelah lulus nanti.
Menurut saya, ketika seseorang paham dengan suatu pelajaran pasti dia akan menguasainya walaupun tidak sepenuhnya yang penting kita paham. Yah kembali lagi kesebuah istilah ‘semuanya butuh proses’ ketika seseorang paham, maka dia akan bisa dengan pelajaran tersebut. Tentu dengan sebuah proses dan usaha, tidak ada yang instan dan mudah didapatkan di dunia ini.

Comments System

Disqus Shortname