Sabtu, 24 Agustus 2013

Ingin Jadi Mahasiswa atau Anak Kuliahan?



Apa yang terlintas dibenakmu ketika masyarakat umum menyebut kamu mahasiswa? Tentunya ada rasa bangga dalam diri karena kita bukan lagi seorang pelajar SMA yang memakai seragam putih abu-abu. Dari sebutannya saja lebih tinggi derajatnya karena waktu duduk di bangku SMA kita masih berstatus sebagai seorang ‘siswa’, tapi ketika sudah memasuki dunia perkuliahan maka sebutan tersebut berubah menjadi ‘mahasiswa’, bedanya cuma ada tambahan yang diawali kata ‘maha’  yang artinya besar dan terhormat.
Siapa yang tidak bangga jika dirinya dihormati dan dianggap berilmu oleh masyarakat? Ketika kita menyandang status mahasiswa tersebut, otomatis kita akan siap terjun langsung ke masyarakat.
Selain sebutan mahasiswa, sering kali juga kita mendengar kata yang tidak asing lagi di dunia perkampusan, yaitu anak kuliahan. Nah, yang menjadi masalah adalah apa bedanya antara mahasiswa dengan anak kuliahan?

RESENSI BUKU : Komunikasi Profesional Perangkat Pengembangan Diri


Judul buku                  
Komunikasi Profesional Perangkat Pengembangan Diri
Berisikan tentang        
Dukungan Multimedia, Public Relation, Praktik Negosiasi, Prinsip Komunikasi, Wawancara, Komunikasi Untuk Karir, Teknik Presentasi
Oleh                            
Musa Hubeis - Lindawati Kartika - Ratih Maria Dhewi
Harga                            
Rp 52.000,-




Buku Komunikasi Profesional Perangkat Pengembangan Diri ini merupakan panduan lengkap bagi setiap individu dalam berkomunikasi dan berinteraksi sehari-hari. Karena sebagai mahkluk sosial selalu melakukan komunikasi di dalam kesehariannya, baik urusan pribadi, kelompok, sosial kemasyarakatan, bisnis, dan kenegaraan.

Jumat, 23 Agustus 2013

FE Unlam Siap Terapkan Kurikulum KKNI


Lokakarya Penyusunan Kurikulum KKNI di Aula Fakultas Ekonomi UNLAM

Keinginan kuat untuk memajukan dunia pendidikan, Fakultas Ekonomi Unlam menggelar Lokakarya kurikulum baru yakni Kurikulum Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Unlam, lokarkarya dihadiri oleh seluruh dosen yang berada di lingkungan Fakultas Ekonomi Unlam. Jum'at (23/8).
Dalam kesempatan tersebut dipaparkan mengenai deskripsi umum sampai dengan mengaplikasian kurikulum KKNi sebagai salah satu bentuk kurikulum baru dalam dunia pendidikan. Dalam pemaparannya Megawati Santoso, B.Bc, Ph.D selaku Indonesian Qualification Pramework (team leader) yang juga sebagai Direktur SDM di ITB mengatakan, dalam kurikulum tersebut dosen sebagai pengajar harus memberikan pengetahuan apa saja, seluas dan sejauh apapun. "Tak mesti pengetahuan dalam ranah jurusannya," ujarnya.
Sementara itu, dalam kurikulum ini juga ada sembilan tingkatan level yang harus diimplementasikan dalam sistem pendidikan nasional dan juga sistem pelatihan kerja yang dilakukan agar bisa menghasilkan lulusan bisa berkompeten dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.
"Sasaran ke depan harus akuntabel, jenis pendidikan yang tepat, selain itu disiplin akademik untuk memberikan gelar yang tepat sehingga proses pendidikan berjalan dengan benar," jelasnya.

Pemimpin Untuk Semua, Bukan Untuk Kalangan Terbatas Saja

Dahniar, SE., M.Si
Setiap orang adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpinnya kelak di hari kemudian. Demikian ajaran bijak mengatakannya. Ya, minimal dapat memimpin dirinya sendiri dan memimpin keluarganya. Untuk menjadi seorang pemimpin mestinya harus mempunyai 3 sifat AR, yakni : pintar, benar, dan sabar.
Seorang pemimpin harus pintar untuk dapat me-manage seluruh sumber daya yang ada di jajaran institusinya. Kepintaran seorang pemimpin terlihat dari rekam jejak kapasitas intelektualnya, juga sepak terjang memecahkan persoalan-persoalan yang timbul. Konflik yang ada dalam organisasi bukan dihindari akan tetapi justru diramu menjadi semacam stimulus agar terlihat dinamikanya. Seorang pemimpin adalah seorang yang optimis yakni yang selalu melihat jawaban di setiap persoalan, bukan pesimis yang selalu melihat persoalan di setiap kesempatan. 
Seorang pemimpin harus benar, maksudnya ia adalah seorang yang mempunyai landasan nilai dan integritas moral yang kokoh. Ia akan menjadi panutan dalam ucapan maupun tindakannya. Ia tidak hanya omdo (omong doang), tetapi ia akan memberikan contoh atau suri teladan yang baik dan bijak bagi seluruh jajaran institusinya.

Kamis, 22 Agustus 2013

Kelesuan Dalam Berorganisasi, Mematikan Jiwa Kritis Mahasiswa

Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya orang-orang dengan pemikiran sepaham dan kemudian bersama-sama mengorganisasikan diri mereka untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dapat bergerak di bidang sosial, ekonomi, keagamaan, kesenian, dan berbagai bidang lainnya. Organisasi merupakan cerminan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri dan merupakan makhluk sosial yang memerlukan orang lain dalam kehidupannya.
Pada tingkatan perguruan tinggi, mahasiswa sebagai agent of change juga melibatkan diri mereka dalam kegiatan keorganisasian di kalangan kampus. Organisasi mahasiswa yang kita ketahui sekarang terbagi dua yaitu organisasi mahasiswa intrakampus dan organisasi mahasiswa ekstrakampus. Organisasi intrakampus merupakan organisasi kampus yang berdiri di bawah naungan perguruan tinggi dengan pendanaan dari pengelola perguruan tinggi. Sedangkan organisasi ekstrakampus merupakan organisasi di luar naungan perguruan tinggi yang dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa yang memiliki persamaan berskala nasional.
Sebagai tujuan utama pendidikan di perguruan tinggi yang menyiapkan mahasiswa sebagai cendekiawan muda dan intelektual penerus bangsa yang kritis maka difasilitasilah kegiatan keorganisasian sebagai wadah bagi mahasiswa mengembangkan kepribadian serta soft skill yang mereka miliki. Kegiatan perkuliahan rutin : belajar-diskusi-praktek dinilai belum mampu mengasah kemampuan mahasiswa lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.

Comments System

Disqus Shortname